Setelah menerima laporan dari warga setempat adanya pendaki yang mengalami masalah kram kaki di area gunung setempat, tim penyelamat segera diberangkatkan dengan peralatan evakuasi khusus...

Makassar (ANTARA) - Sebanyak enam mahasiswa akhirnya berhasil dievakuasi tim Kantor Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A yang mengalami masalah saat mendaki di Kawasan Gunung Goa Kalibbong Alloa, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.

"Setelah menerima laporan dari warga setempat adanya pendaki yang mengalami masalah kram kaki di area gunung setempat, tim penyelamat segera diberangkatkan dengan peralatan evakuasi khusus untuk memberikan bantuan penanganan medis dan evakuasi di lokasi kejadian," kata Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar Andi Sultan di Makassar, Senin.

Laporan yang diterima dari warga bernama Heru pada Minggu (26/7/2026) dini hari sekitar pukul 02.30 WITA. Enam korban ini diketahui mahasiswa dari Univesitas Hasanuddin (Unhas) yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Belae, Kecamatan Minasatene, Pangkep.

Peristiwa tersebut terjadi saat mahasiswa sedang melaksanakan program kerja inovasi desa terkait pemajuan pariwisata minat khusus di Kampung Belae. Pada Sabtu (25/7) sekitar pukul 21.00 WITA.

Baca juga: Lima pendaki tersambar petir di Gunung Marolo, satu orang tewas

Salah seorang mahasiswi bernama Ine Agustina (21) dikabarkan mengalami kram kaki dan lima mahasiswa lainnya mengalami kelelahan saat mendaki di kawasan Gunung Goa Kalibbong Alloa dan tidak mampu melanjutkan perjalanan sehingga membutuhkan bantuan evakuasi medis darurat.

Atas laporan itu Tim Penyelamat diberangkatkan menuju lokasi kejadian menggunakan truk personel dilengkapi dengan peralatan komunikasi, peralatan medis, serta perlengkapan evakuasi khusus.

Tim tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 04.14 WITA selanjutnya segera berkoordinasi dengan unsur gabungan di lapangan untuk melakukan tindakan evakuasi.

Baca juga: 65 cedera & satu meninggal dalam perayaan HUT RI di Gunung Bawakaraeng

Proses evakuasi dilaksanakan secara taktis oleh tim SAR gabungan terdiri dari tim Basarnas, BPBD Pangkep, Kepolisian Sektor Minasatene, potensi SAR Pangkep, organisasi Tropica, dan dibantu oleh masyarakat setempat.

"Kendala utama yang dihadapi tim di lapangan adalah medan tebing terjal setinggi kurang lebih dua puluh lima meter yang harus dilalui. Tim SAR gabungan harus menerapkan teknik evakuasi khusus menggunakan sistem tali untuk menurunkan seluruh korban dengan aman," kata Sultan.

Sekitar pada pukul 09.47 WITA seluruh korban masing-masing Ine Agustina, Baso Rafiansyah, Riyanti Rahmania Putri, Adel Zain Filadelfia, Mutiara Kamilah, dan Lulu berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.

Selanjutnya, seluruh korban langsung dibawa ke Puskesmas Minasatene untuk mendapatkan perawatan serta penanganan medis lebih lanjut.

Baca juga: 4.068 pendaki ramaikan upacara bendera di Gunung Bawakaraeng

Pewarta: M Darwin Fatir
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.