Investor tidak hanya melihat potensi pasar, tetapi juga tingkat keamanan ekosistem digital.
Jakarta (ANTARA) - Pengamat dari Indonesia Digital Empowering Community (IDIEC) Tesar Sandikapura mengatakan keamanan siber kini menjadi salah satu modal strategis untuk meningkatkan daya saing dalam menarik investor di era ekonomi digital.
“Ancaman serangan siber memiliki pengaruh yang semakin besar terhadap keputusan investasi. Investor tidak hanya melihat potensi pasar, tetapi juga tingkat keamanan ekosistem digital," kata Tesar kepada ANTARA, di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan keamanan siber kini telah menjadi salah satu indikator daya saing investasi suatu negara selain stabilitas politik, kepastian hukum, dan kemudahan berusaha di tengah pesatnya transformasi digital dan meningkatnya kebutuhan pusat data.
Menurutnya, investor global cenderung lebih percaya menanamkan modal di negara yang memiliki regulasi perlindungan data yang kuat, kesiapan menghadapi insiden siber, serta tata kelola keamanan informasi yang baik.
Frekuensi ancaman serangan siber tidak lagi dipandang sebagai persoalan teknologi semata, melainkan telah menjadi bagian dari penilaian risiko investasi, persepsi risiko, menambah biaya mitigasi, bahkan mempengaruhi proyeksi keuntungan investasi, khususnya di sektor digital, keuangan, manufaktur, hingga infrastruktur kritikal.
Tesar mengatakan dengan investasi keamanan pusat data dan ekosistem digital di Indonesia, suatu negara akan memiliki daya saing lebih tinggi dalam menarik investasi global dan mempercepat pertumbuhan ekonomi digital, serta berpotensi memberikan efek berganda bagi berbagai sektor ekonomi.
Seperti mendorong pertumbuhan layanan cloud computing, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), teknologi finansial (fintech), perdagangan elektronik (e-commerce), kesehatan digital, pendidikan digital, logistik, telekomunikasi, energi, hingga industri konstruksi.
“Bahkan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) digital juga akan memperoleh manfaat melalui akses layanan komputasi yang semakin mudah dan efisien,” katanya pula.
Ia mengatakan besarnya peluang investasi digital tersebut perlu diimbangi dengan percepatan penerapan standar keamanan siber lintas sektor, memperkuat implementasi perlindungan data pribadi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang keamanan siber, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi.
Selain itu, dia juga menyarankan Indonesia menerapkan prinsip security by design, yaitu menjadikan keamanan sebagai fondasi sejak tahap perencanaan transformasi digital, bukan sebagai pelengkap setelah sistem berjalan.
Dengan demikian diharapkan pertumbuhan ekonomi digital dapat berlangsung secara berkelanjutan dan mampu meningkatkan kepercayaan investor.
Baca juga: Survei Ipsos: Keamanan jadi penentu pilihan bank digital di Indonesia
Baca juga: CELIOS: Penguatan keamanan siber jaga laju pertumbuhan ekonomi digital
Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.