Makassar (ANTARA) - Tim Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar mengevakuasi enam orang mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) yang terjebak di kawasan Gunung Goa Kalibbong Alloa, Desa Belae, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel).
"Alhamdulillah, seluruh mahasiswa berhasil diselamatkan setelah operasi SAR yang berlangsung di medan terjal," kata Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar Andi Sultan di Makassar, Selasa.
Baca juga: Kram dan kelelahan, 6 mahasiswa dievakuasi dari Gunung Goa di Pangkep
Menurut dia, keenam mahasiswa tersebut diketahui tengah menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Belae, Kecamatan Minasatene. Dalam rangka mendukung program kerja pengembangan wisata minat khusus, mereka melakukan eksplorasi kawasan Goa Kalibbong Alloa yang dikenal memiliki bentang alam karst dengan jalur horizontal dan vertikal.
Namun, saat perjalanan pulang pada Minggu (26/7) malam, salah seorang mahasiswa mengalami kram kaki, sementara lima lainnya kelelahan, sehingga tidak mampu melanjutkan perjalanan. Warga setempat kemudian melaporkan kondisi tersebut kepada Basarnas Makassar.
Mendapatkan laporan tersebut, Andi Sultan menjelaskan tim penyelamat langsung diberangkatkan pada dini hari dengan membawa perlengkapan evakuasi khusus dan peralatan medis.
Setibanya di lokasi, tim SAR menemukan seluruh mahasiswa dalam keadaan selamat. Proses evakuasi berlangsung cukup menantang, karena petugas harus melewati tebing terjal setinggi sekitar 25 meter menggunakan teknik vertical rescue dengan sistem tali demi menjamin keselamatan para korban.
Berkat koordinasi tim SAR gabungan dan dukungan warga setempat, seluruh mahasiswa berhasil dievakuasi dari kawasan pegunungan tanpa mengalami cedera serius. Setelah berhasil diturunkan, mereka langsung dibawa menuju Puskesmas Minasatene untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut.
Baca juga: Mahasiswa Unhas kembangkan solusi sains atasi limbah popok
Baca juga: Mahasiswa Unhas juara 1 YEH lewat inovasi energi bersih
Basarnas mengimbau masyarakat, termasuk para pendaki dan peserta kegiatan lapangan agar selalu memperhatikan kondisi fisik, cuaca, serta melaporkan rencana aktivitas kepada pihak terkait sebelum memasuki kawasan berisiko.
"Langkah tersebut penting untuk meminimalkan potensi kecelakaan dan mempercepat proses pertolongan apabila terjadi keadaan darurat," kata Andi Sultan.
Pewarta: Suriani Mappong
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.