Jakarta (ANTARA) - Polres Metro Jakarta Pusat bersama Pemerintah Kecamatan Menteng menggelar rapat koordinasi kewilayahan yang melibatkan tokoh masyarakat dan pengurus lingkungan di Kelurahan Pegangsaan pada Senin (27/7) malam.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold EP Hutagalung mengatakan pertemuan tersebut merupakan upaya memperkuat komunikasi untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.

"Pertemuan ini kami inisiasi agar seluruh elemen masyarakat duduk bersama, memperkuat silaturahmi, dan menyamakan komitmen menjaga situasi kamtibmas," kata Reynold dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.

Dia menjelaskan pertemuan yang berlangsung di halaman Kantor Kelurahan Pegangsaan itu dihadiri sekitar 40 peserta, terdiri atas Camat Menteng Nurhelmi Savitri, Lurah Pegangsaan Ria Rahma Diani, ketua RT dan RW, anggota Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), serta Karang Taruna.

Dalam pertemuan tersebut, peserta juga membacakan deklarasi damai bertajuk "Tolak Permusuhan" sebagai bentuk komitmen bersama untuk menjaga kerukunan dan menciptakan lingkungan yang aman serta kondusif.

Baca juga: Warga Pegangsaan dan keluarga korban sepakat jaga kondusivitas wilayah

Reynold turut mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang berpotensi memicu konflik serta segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas atau kepolisian apabila mengetahui adanya potensi gangguan keamanan di lingkungan.

Dia menegaskan kepolisian terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah, TNI, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Jakarta Pusat.

"Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Dengan komunikasi yang baik dan kebersamaan, saya yakin Jakarta Pusat akan tetap aman, damai, dan kondusif," ujar Reynold.

Sementara itu, Camat Menteng Nurhelmi Savitri mengimbau warga agar menjaga persatuan dan tidak mudah terpengaruh isu yang dapat memecah belah masyarakat.

Dia juga meminta warga untuk mengurangi aktivitas berkumpul pada malam hari jika tidak memiliki kepentingan mendesak.

"Tokoh masyarakat dan tokoh agama memiliki peran penting dalam mengingatkan warga agar terus menjaga kerukunan tanpa membedakan suku, agama, maupun latar belakang sosial," imbuh Nurhelmi.

Baca juga: Polisi periksa intensif tiga orang terkait bentrokan di Tambak Menteng

Baca juga: Personel gabungan disiagakan jaga Jalan Tambak Menteng usai bentrokan

Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.