Kuala Lumpur (ANTARA) - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mendorong penguasaan bahasa ketiga kepada para pelajar di Malaysia untuk menghadapi perkembangan zaman.

"Membangun sebuah negara yang hebat menuntut kita menguasai ilmu, menguasai teknologi dan menguasai bahasa. Sistem pendidikan negara perlu lebih inklusif dan berpandangan jauh dengan membuka ruang kepada murid menguasai bahasa ketiga seperti Bahasa Mandarin, Tamil, Arab maupun Prancis," kata Anwar.

Hal tersebut disampaikan Anwar dalam pertemuan bulanan Kementerian Pendidikan Malaysia di Putrajaya, Malaysia, pada Selasa.

Dorongan penguasaan bahasa asing tidak hanya dilakukan Malaysia.

Beberapa waktu lalu Presiden RI Prabowo Subianto juga mendorong penguasaan bahasa asing, salah satunya bahasa Prancis, kepada pelajar di Indonesia.

Selain itu, Anwar Ibrahim mengatakan dalam hal bahasa, prioritas bahasa Melayu harus dijunjung tinggi di Malaysia, namun pada saat yang sama bahasa Inggris harus ditingkatkan apabila Malaysia ingin menjadi negara besar.

Anwar mengatakan bahasa ketiga juga penting dikuasai dan Malaysia perlu lebih terbuka mengenai hal tersebut.

"Di negara seperti ini, apa salahnya, apa kontradiksinya jika kita memberi ruang yang cukup bagi anak-anak kita untuk menguasai Bahasa Mandarin, Tamil, Arab atau sebagian ingin memilih Bahasa Prancis dan lainnya?" kata Anwar.

Dia menyampaikan dengan perkembangan ekonomi Tiongkok dan Rusia, banyak orang berpikir bahwa penguasaan bahasa-bahasa cukup penting. Sehingga sikap Malaysia harus lebih terbuka dan inklusif.

Dia mengakui pernyataannya itu terdengar bagus, namun akan memiliki tantangan dari sisi implementasi, karena memerlukan tenaga guru terlatih serta kurikulum yang baik.

Namun dia menekankan, tetap harus ada tekad yang jelas untuk mendorong pelajar Malaysia menguasai bahasa-bahasa ketiga itu.

Sebab, kata dia, penguasaan bahasa bukan sekadar menambah kemahiran berkomunikasi, namun juga menjadi nilai tambah yang membuka lebih banyak peluang dalam perdagangan, investasi, diplomasi dan pengurusan perdagangan internasional.

Menurut dia, hal ini menjadi modal penting untuk melahirkan generasi Malaysia yang berdaya saing, berwibawa dan mampu mendorong posisi negara ke tahap yang lebih tinggi.

"Saya tahu, ini akan menjadi polemik politik yang tak berujung, tetapi saya meminta rekan-rekan saya di kementerian ini, termasuk para guru, untuk memahami. Sama sekali tidak ada niat bagi kami untuk meremehkan bahasa," kata Anwar Ibrahim.

Baca juga: Malaysia peringatkan El Nino berpotensi tingkatkan kebutuhan listrik

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Bayu Prasetyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.