Kuala Lumpur (ANTARA) - Pemerintah Malaysia berencana menyediakan akses langganan (subscription) kecerdasan buatan (AI) gratis bagi kaum muda berusia 18-30 tahun, untuk mendorong kemampuan pengembangan kecerdasan buatan negara itu.
Hal tersebut disampaikan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dalam sambutan di acara Peluncuran AI Malaysia di Selangor, Malaysia, Selasa.
"Kami ingin memastikan bahwa program AI untuk Rakyat ini, yang gratis untuk usia 18 hingga 30 tahun, dibuka mulai 31 Agustus 2026, bertepatan Hari Kemerdekaan Malaysia," kata Anwar Ibrahim.
Baca juga: Malaysia dorong pelajar kuasai bahasa ketiga, Mandarin hingga Prancis
Anwar menyatakan tidak ingin perkembangan program AI di Malaysia menyebabkan kesenjangan sehingga banyak orang merasa terpinggirkan dan tidak terlindungi.
Oleh karena itu, penggunaan AI, kampanye informasi AI untuk rakyat menurutnya, harus ditingkatkan sebagai prioritas.
"Metode AI untuk rakyat harus melibatkan penawaran akses dan langganan gratis perangkat lunak AI kepada kaum muda yang menyelesaikan modul kursus di bawah program Digital People, ini adalah pengumuman baru," kata dia.
Baca juga: Anwar Ibrahim perkenalkan avatar dirinya versi AI
Rencananya kaum muda berusia 18–30 tahun di Malaysia, akan didorong mengikuti modul kursus AI dalam program Digital People, sebagai prasyarat mendapatkan akses langganan AI gratis dari pemerintah.
"Untuk kelompok usia 18 hingga 30 tahun, Kementerian Digital akan menyiapkan modul kursus. Kami menyediakan perangkat lunak AI secara gratis dengan syarat mereka mengikuti modul kursus khusus yang telah ditetapkan," jelas Anwar.
Modul-modul tersebut akan mencakup keamanan AI, keamanan siber, AI agen, AI generatif, hingga cloud (sistem penyimpanan digital) untuk rakyat.
Baca juga: Malaysia-Thailand resmikan jalur penghubung, dukung konektivitas ASEAN
Anwar memperkirakan program ini akan bermanfaat bagi sedikitnya 100.000 anak muda di Malaysia.
"Jadi, anak muda yang menyelesaikan kursus AI terkait akan mendapatkan langganan gratis selama tiga bulan untuk aplikasi AI terkemuka. Ini sebagai permulaan untuk mendorong anak-anak. Tapi syaratnya adalah, ikuti kursusnya dulu. Pastikan lulus, dan tentu saja kursusnya mudah karena pemerintah ingin mendorong," kata dia.
Malaysia bertekad menjadi negara berbasis kecerdasan buatan. Saat ini Malaysia sudah membentuk National AI Office (NAIO), di bawah Kementerian Digital, yang bertugas mewujudkan Malaysia sebagai negara berbasis AI.
Baca juga: Kapasitas terpasang energi terbarukan Malaysia naik jadi 31 persen
Baca juga: Hadiri rapat koperasi Malaysia, PM Anwar soroti semangat Bung Hatta
Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.