Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggandeng Microsoft, Universitas Bina Nusantara (Binus University), dan GreatNusa memperluas bursa kerja berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam mempertemukan pencari kerja dengan kebutuhan industri nasional.

"Jadi pagi ini kita ada acara kolaborasi dengan Great Nusa dan Microsoft terkait dengan online job fair (pameran kesempatan kerja). Dan kemudian boosting terkait dengan knowledge dan skill tentang AI (artificial intelligence/kecerdasan buatan)," kata Menteri Ketenagakerjaan Yassierli di Jakarta, Selasa.

Yassierli menyampaikan kolaborasi tersebut dilakukan dalam Pameran Kesempatan Kerja atau Job Fair bertajuk AI Career Boost Day 2026 yang berlangsung di Kantor Kembaker Jakarta sebagai penguatan kompetensi para pencari kerja nasional.

Menurutnya, kebutuhan industri terhadap tenaga kerja yang menguasai kecerdasan buatan terus meningkat sehingga Indonesia harus bergerak cepat menyiapkan sumber daya manusia (SDM) berdaya saing menghadapi perubahan teknologi global.

Baca juga: Kemlu Jerman undang tenaga kerja terampil global atasi kekurangan

Ia mencontohkan peningkatan rekrutmen talenta digital dan kecerdasan buatan di Hyderabad, India mencapai 11 persen sehingga menjadi gambaran besarnya kebutuhan industri terhadap kompetensi tersebut saat ini.

Yassierli mengatakan Microsoft telah memberikan pelatihan keterampilan digital kepada sekitar 50 ribu orang sehingga kolaborasi antarlembaga perlu terus diperluas guna mempercepat peningkatan kompetensi angkatan kerja Indonesia.

Kementerian Ketenagakerjaan juga memanfaatkan 43 balai pelatihan di Indonesia sebagai modal utama meningkatkan keterampilan tenaga kerja melalui pembelajaran praktis, konvensional, digital, hingga kompetensi berbasis teknologi yang berkembang.

Selain melalui balai pelatihan, peningkatan kompetensi juga dilakukan secara daring agar masyarakat memiliki akses lebih luas mengikuti pelatihan sesuai perkembangan kebutuhan industri dan transformasi digital nasional berkelanjutan.

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.