Jakarta (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama sekolah-sekolah menginisiasi komitmen Sekolah Cakap Digital untuk mendukung implementasi PP Tunas dengan mengintegrasikan pilar-pilar literasi digital dengan kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemkomdigi Bonifasius Wahyu Pudjianto mengatakan, komitmen ini bertujuan untuk membangun budaya digital yang aman, sehat, dan produktif bagi anak-anak di lingkungan sekolah.
"Pendekatannya tidak dimaksudkan untuk menambah mata pelajaran baru, melainkan mengintegrasikan pilar-pilar literasi digital ke dalam aktivitas belajar, budaya sekolah, dan penguatan karakter peserta didik," kata Bonifasius kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.
Baca juga: Kemkomdigi resmikan Deklarasi Sekolah Cakap Digital dukung PP Tunas
Ia menjelaskan, Kemkomdigi bersama pihak sekolah mengadakan berbagai bentuk kolaborasi dalam implementasi PP Tunas seperti pelatihan bagi guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan agar mampu menjadi pendamping anak dalam pemanfaatan teknologi digital.
Kemudian, edukasi bagi orang tua melalui materi pendampingan penggunaan internet di rumah sehingga tercipta kesinambungan antara sekolah dan keluarga.
Kemkomdigi juga menjalin kolaborasi dengan platform digital, komunitas, dan berbagai kementerian/lembaga untuk memberikan literasi digital yang relevan dengan kebutuhan anak.
Dengan integrasi kegiatan literasi digital dalam proses belajar dan penguatan karakter peserta didik, sekolah memiliki referensi yang mudah diterapkan tanpa menambah beban kurikulum yang sudah ada.
Baca juga: Seribuan siswa SMP Kota Magelang ikuti festival cakap digital 2024
"Kemkomdigi bersama kementerian/lembaga terkait akan terus berkoordinasi agar implementasi nilai-nilai tersebut dapat mendukung proses pendidikan yang sudah berjalan, sekaligus memperkuat kemampuan anak dalam menghadapi tantangan di ruang digital," ujar Bonifasius.
Diketahui, Kemkomdigi bersama para tenaga pendidik dan perwakilan siswa dari delapan sekolah Deklarasi Bersama Sekolah Cakap Digital dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional.
Dalam deklarasi tersebut, sekolah-sekolah ini menegaskan komitmennya untuk mendukung implementasi PP Tunas dengan menjadi warga digital yang cakap, aman, beretika, serta bertanggung jawab.
Baca juga: Wamendag Jerry: Anak muda harus cakap digital untuk tangkap peluang
"Kita ingin bahwa anak-anak ini cakap digital, tapi di saat yang bersamaan cakap digital itu juga berarti bisa mengimbangi kehidupan dia di ranah maya dengan kehidupan sehari-hari dengan orang tua, dengan teman dan sebayanya, sehingga anak-anak bisa kita kembalikan kepada jati diri mereka sebagai anak-anak," kata Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid.
Mereka juga menyatakan kesiapan untuk menjaga data pribadi, menolak perundungan siber, serta menjadikan perlindungan anak di ruang digital sebagai tanggung jawab bersama antara sekolah, keluarga, masyarakat, pemerintah, dan penyelenggara sistem elektronik.
Baca juga: Pengamalan Pancasila dalam budaya digital
Baca juga: Pahami keamanan digital agar nyaman berselancar di dunia maya
Pewarta: Farhan Arda Nugraha
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.