Jerusalem (ANTARA) - Para peneliti Israel mengungkap mekanisme yang sebelumnya tidak diketahui dan memungkinkan bakteri untuk mengembangkan resistensi antibiotik dengan cepat, kata Institut Teknologi Israel dalam sebuah pernyataan, Senin.

Temuan tersebut, yang telah dipublikasikan di jurnal Nature Microbiology, dapat membuka jalan bagi pengobatan baru yang meningkatkan efektivitas antibiotik dan membantu memperlambat penyebaran infeksi yang resistan terhadap obat, sebut pernyataan itu.

Melalui mekanisme itu, bakteri dapat meningkatkan jumlah salinan gen tertentu, sehingga membantu bakteri bertahan hidup saat terpapar antibiotik.

Tim peneliti itu mengidentifikasi mekanisme tersebut menggunakan AmpliFinder, sebuah alat komputasional yang dikembangkan oleh tim untuk menganalisis lebih dari 10.000 sampel bakteri yang berevolusi di laboratorium.

Penelitian tersebut menemukan bahwa bakteri dapat membuat puluhan salinan gen yang berkaitan dengan resistansi melalui bentuk amplifikasi DNA yang unik, memungkinkan mereka beradaptasi dengan cepat terhadap pengobatan antibiotik.

Proses itu teramati pada dua spesies bakteri, yakni Escherichia coli dan Acinetobacter baumannii. Proses ini membantu bakteri bertahan hidup pada kadar antibiotik yang lebih tinggi.

Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.