Sebelum naik podium, saya mendapat laporan dari Menteri Dalam Negeri (Tito Karnavian), bahwa 10 lulusan terbaik dari angkatan ini semuanya berasal dari keluarga yang sangat sederhana
Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menegaskan proses seleksi Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang dijalankan Kementerian Dalam Negeri berhasil menjaring putra-putri terbaik bangsa tanpa memandang latar belakang ekonomi.
Menurutnya, hal ini tercermin dari 10 lulusan terbaik IPDN Angkatan XXXIII Tahun 2026 yang seluruhnya berasal dari keluarga sangat sederhana. Pernyataan itu disampaikan Presiden saat memberikan amanat dalam pelantikan 1.204 Pamong Praja Muda di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu.
"Sebelum naik podium, saya mendapat laporan dari Menteri Dalam Negeri (Tito Karnavian), bahwa 10 lulusan terbaik dari angkatan ini semuanya berasal dari keluarga yang sangat sederhana," kata Presiden Prabowo dipantau melalui siaran Sekretariat Presiden di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Prabowo pesan pamong praja muda harus selalu berpihak pada rakyat
Menurut Presiden Prabowo, para lulusan terbaik tersebut berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anak buruh harian, anak petani, hingga anak prajurit berpangkat Bintara.
Presiden Prabowo menilai fakta tersebut menjadi bukti bahwa sistem seleksi di IPDN telah berjalan secara objektif dan mampu memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh anak bangsa untuk berprestasi.
"Ini membuktikan bahwa seleksi IPDN yang dijalankan oleh Kementerian Dalam Negeri berhasil. Kita inginkan seleksinya benar, putra-putri terbaik bangsa, anak siapa pun," ujar Presiden Prabowo.
Baca juga: Prabowo: Kinerja pamong praja tentukan kepercayaan rakyat
Lebih lanjut, Presiden Prabowo menyebut keberhasilan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa cita-cita Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan nilai-nilai Pancasila berjalan sebagaimana mestinya, yakni memberikan ruang bagi setiap warga negara untuk maju berdasarkan kemampuan dan prestasi.
Presiden Prabowo juga menegaskan Indonesia harus dipimpin oleh sumber daya manusia terbaik yang lahir dari sistem meritokrasi, sehingga setiap orang yang memiliki prestasi mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang tanpa dibatasi latar belakang keluarganya.
"Kalau anak buruh harian bisa lulus menjadi pamong praja, siapa tahu suatu saat dia akan menjadi pemimpin-pemimpin yang hebat. Ini membuktikan bahwa NKRI berhasil, bahwa Pancasila itu benar. NKRI dan Pancasila harus menjadi negara yang dipimpin oleh mereka-mereka yang terbaik, mereka-mereka yang berprestasi," kata Prabowo.
Baca juga: Prabowo: Negara maju butuh pemerintahan dalam negeri yang unggul
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.