Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat meyakini bahwa ekonomi kreatif merupakan salah satu peluang Indonesia untuk bangkit menghadapi ketidakpastian global.
“Ekonomi kreatif yang mengandalkan kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu peluang bangsa ini untuk bangkit menghadapi ketidakpastian global saat ini,” ucap dia dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, untuk mewujudkan ekosistem kreatif perlu dibentuk kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri, meningkatkan kualitas guru dan infrastruktur, serta memperkuat sinergi antara pemerintah, industri, dan lembaga pendidikan.
Namun, anggota Komisi X DPR RI itu melihat masih ada sejumlah tantangan, seperti keterbatasan anggaran pendidikan, ketimpangan akses pendidikan, hingga budaya yang belum sepenuhnya menghargai pendidikan vokasi.
Baca juga: Lestari tekankan pendidikan tak boleh hanya menciptakan "mesin" kerja
Maka dari itu, Lestari mendorong pembangunan sektor pendidikan dan ekonomi yang selaras demi mewujudkan ekosistem kreatif yang dibutuhkan dalam pengembangan ekonomi kreatif di tanah air.
Ia menyebutkan 59 persen pekerja di dunia membutuhkan keterampilan baru agar sesuai dengan kebutuhan industri mutakhir, seperti laporan Future of Jobs Reports terbaru oleh World Economic Forum.
Badan Pusat Statistik mencatat sektor ekonomi kreatif menyerap 27,4 juta tenaga kerja pada 2025 atau setara 18,70 persen dari total penduduk bekerja. Selain itu, kontribusi ekonomi kreatif terhadap produk domestik bruto mencapai Rp1.611,2 triliun pada 2024
Potensi besar tersebut, menurut Lestari, harus segera dijawab dengan sistem pendidikan adaptif yang mampu merespons pergeseran kebutuhan industri serta peta jalan riset dan inovasi yang jelas.
“Gerak bersama dan kolaborasi yang kuat semua pihak terkait sangat dibutuhkan dalam upaya mewujudkan ekosistem kreatif nasional yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di tanah air,” ucapnya.
Baca juga: Lestari: Keterampilan masyarakat tentukan masa depan bangsa
Baca juga: Wakil Ketua MPR dorong sinergi wujudkan pendidikan inklusif dan terjangkau
Baca juga: MPR: Penguatan kompetensi guru inklusif perlu strategi menyeluruh
Pewarta: Fath Putra Mulya
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.