Jakarta (ANTARA) - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana ingin memperkuat posisi Indonesia sebagai hub events di kawasan ASEAN melalui penyelenggaraan Southeast Asia Business Events Forum (Seabef) 2026.

"Harapannya, Indonesia semakin memperkuat perannya sebagai pusat business events di kawasan ASEAN sekaligus mendorong pertumbuhan pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan bernilai tambah tinggi,” kata Widiyanti saat memberikan sambutan dalam pembukaan Seabef 2026 di Jakarta, Rabu.

Widiyanti mengatakan industri business events memiliki peran strategis dalam meningkatkan daya saing destinasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

Penyelenggaraan events menurutnya kini telah berkembang menjadi katalis bagi investasi, inovasi, transfer pengetahuan, serta penciptaan nilai tambah bagi berbagai sektor.

Baca juga: ASEAN berpeluang jadi pusat ajang internasional lewat kolaborasi

Sektor MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) merupakan salah satu segmen terbesar dalam industri manajemen acara global. Pada 2024, sektor ini menguasai sekitar 30,75 persen pangsa pendapatan industri dengan nilai pasar yang diperkirakan mendekati 1,2 triliun dolar AS.

Maka dari itu, dia menilai bahwa penyelenggaraan Seabef 2026 akan menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat penyelenggaraan business events atau industri MICE yang kompetitif, inovatif, dan berkelanjutan di kawasan ASEAN.

Seabef menjadi wadah kolaborasi strategis yang mempertemukan pemerintah, asosiasi internasional, pelaku industri, akademisi, dan media untuk membahas arah pengembangan industri business events di Asia Tenggara sekaligus memperkuat sinergi regional dalam menghadapi dinamika industri global.

Baca juga: IBEM pertemukan pelaku industri MICE dalam satu platform

Selama diselenggarakan pada 28 sampai 29 Juli 2026 di Jakarta Convention Center (JICC), Jakarta, Seabef 2026 mengangkat berbagai isu strategis yang menjadi perhatian industri, mulai dari harmonisasi kebijakan events di ASEAN, pengembangan destinasi yang kompetitif dan berkelanjutan, transformasi industri melalui teknologi dan kecerdasan artifisial (AI), pengembangan sport and entertainment events, penguatan talenta industri, hingga strategi memenangkan bidding penyelenggaraan event internasional.

Seabef juga diselenggarakan secara bersamaan dengan Indonesia Business Event Mart (IBEM) 2026 yang berlangsung pada 28–31 Juli 2026. IBEM merupakan platform bisnis yang mempertemukan pelaku industri MICE dari dalam dan luar negeri guna memperluas jejaring, membangun kemitraan, dan menciptakan peluang bisnis baru.

Baca juga: Menpar jabarkan empat hal dalam Seabef 2026

"Sinergi kedua agenda ini diharapkan mampu memperluas peluang kemitraan, memperkuat ekosistem business events Indonesia, serta meningkatkan kolaborasi strategis antara pemerintah, asosiasi, dan sektor swasta dalam mendorong pertumbuhan industri MICE nasional," kata dia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan sektor pariwisata yang didukung oleh penyediaan akomodasi serta makanan dan minuman menjadi motor utama dengan pertumbuhan mencapai 13,14 persen.

Pada bulan Mei 2026, Indonesia berhasil menyambut 1,38 juta wisatawan mancanegara dan mencatatkan sekitar 106 juta perjalanan wisata nusantara, yang mana kedua angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga: Kemenpar dorong kolaborasi perkuat wisata MICE dalam Seabef 2026

“Fondasi ini memposisikan Indonesia dengan baik untuk menjadi pusat MICE global, khususnya seiring dengan pergeseran pasar menuju bisnis dan hiburan (bleisure),” ujar Airlangga.

Airlangga mengusulkan beberapa strategi untuk membangun Indonesia sebagai pusat MICE di antaranya mengintegrasikan bisnis dan rekreasi dengan memanfaatkan destinasi utama seperti Borobudur, Prambanan, Garuda Wisma Kencana, Taman Nasional Komodo, Danau Toba, dan destinasi menjanjikan lainnya.

Termasuk memanfaatkan AI, memaksimalkan potensi wisata lainnya seperti wisata olahraga dan religi, meningkatkan konektivitas, serta subsidi pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur pariwisata dan kolaborasi lintas kementerian/lembaga.

Baca juga: WITF 2025 libatkan 300 peserta pameran dari 22 provinsi

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.