Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menyampaikan duka cita atas wafatnya anggota DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) H.A. Bakri yang meninggal dunia di RS Siloam, Selasa (28/7), seraya mengenang almarhum sebagai sosok yang konsisten menjalankan amanah sebagai wakil rakyat.

Eddy mengatakan H.A. Bakri, yang bertugas di Komisi V DPR RI mewakili Daerah Pemilihan Jambi, dikenal memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab selama mengemban amanah di parlemen.

"Innailillahi wa inailaihirojiun. Kami turut berduka cita yang mendalam atas wafatnya sahabat kami H.A. Bakri," kata Eddy dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Menurut Eddy, almarhum merupakan pribadi yang ringan tangan membantu sesama sekaligus berkomitmen menjalankan tugas sebagai wakil rakyat untuk memperjuangkan aspirasi konstituen.

"Saya bersaksi bahwa beliau adalah orang yang baik dan selalu ringan tangan membantu sesama. Sosok yang amanah pada jabatan dan menunaikan tugas sebaik-sebaiknya pada konstituen di daerah," ujar dia.

Selain aktif di DPR RI, Eddy menilai H.A. Bakri juga menjadi salah satu kader PAN yang memiliki pengalaman panjang dalam pengabdian, baik di daerah maupun di tingkat nasional.

"Almarhum adalah salah seorang kader unggulan Partai Amanat Nasional dengan berbagai capaiannya dan pengalaman panjang dalam pengabdian di partai," kata dia.

Eddy turut mendoakan agar almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan.

"Kami mendoakan semoga Beliau husnul khatimah, diberikan tempat terbaik di sisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran serta ketabahan," ujar Eddy.

Baca juga: Pimpinan MPR: Pembenahan subsidi dan transisi energi harus beriringan

Baca juga: MPR: Implementasi B50 langkah strategis menuju kedaulatan energi

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.