Banda Aceh (ANTARA) - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menargetkan pembangunan permanen jembatan Krueng Tingkeum dan Jembatan Teupin Mane di Kabupaten Bireuen, Aceh, akan fungsional pada akhir Agustus 2026, karena itu proses pengerjaannya terus dipercepat.
"Pekerjaan masih sesuai progres dan sesuai jadwal awal. Insya Allah akhir Agustus 2026 bisa selesai dan fungsional. Kami berharap cuaca terus mendukung sehingga pekerjaan dapat berjalan maksimal," kata Dody Hanggodo dalam keterangannya yang diterima di Banda Aceh, Kamis.
Kedua jembatan pada ruas strategis nasional penghubung Medan–Aceh tersebut penting untuk memulihkan konektivitas, memperlancar distribusi logistik, dan mendukung percepatan pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.
Penanganan permanen kedua jembatan sebagai upaya meningkatkan keandalan infrastruktur jalan nasional di Aceh, sekaligus memastikan layanan transportasi bagi masyarakat kembali berjalan normal setelah terdampak bencana.
Baca juga: Kementerian PU percepat penanganan 47 jembatan pascabencana di Sumatra
Dodi menuturkan, hingga saat ini pelaksanaan pekerjaan tidak menghadapi kendala teknis yang berarti dan kondisi cuaca selama musim kemarau cukup mendukung percepatan konstruksi.
"Sejauh ini cuaca masih bersahabat. Harapannya pekerjaan bisa lebih cepat sehingga konektivitas pada ruas utama Medan–Aceh dapat segera pulih secara optimal," demikian Dody Hanggodo.
Sebagai informasi, jembatan Krueng Tingkeum, penanganan permanen dilakukan melalui pembangunan duplikasi jembatan sepanjang 149,7 meter dengan nilai kontrak Rp107,5 miliar. Pekerjaan dilaksanakan oleh PT Adhi Karya dengan progres fisik mencapai 74,46 persen hingga 29 Juli 2026.
Baca juga: Bakom: Program Jembatan Garuda telah menghubungkan 7.371 desa
Sementara itu, jembatan Teupin Mane dibangun dengan struktur rangka baja atas sepanjang 80 meter + 80 meter dan lebar 12 meter. Jembatan ini memiliki satu unit pier dengan pondasi bored pile serta dilengkapi proteksi oprit menggunakan soldier pile.
Melalui percepatan penyelesaian kedua jembatan tersebut, Kementerian PU menegaskan komitmennya melalui PU 608 untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana agar konektivitas masyarakat kembali pulih, kelancaran distribusi barang, serta meningkatnya aktivitas ekonomi di koridor utama Aceh - Medan.
Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.