Jakarta (ANTARA) - Polsek Tambora memperketat patroli di kawasan Jembatan Besi untuk mencegah terjadinya tawuran dan kejahatan jalanan di wilayah tersebut.

Kapolsek Tambora AKP Wahyu Hidayat, mengatakan, patroli yang dipimpin Perwira Pengawas (Pawas) itu dilakukan melalui skema Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) setiap malam.

"Petugas melakukan patroli mobile, menyambangi titik-titik rawan, membubarkan kelompok yang masih berkerumun hingga larut malam, serta memberikan imbauan kamtibmas sebagai langkah antisipasi terhadap aksi tawuran maupun kejahatan jalanan lainnya," kata Wahyu saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Wahyu menjelaskan bahwa kegiatan patroli tidak hanya difokuskan di wilayah Jembatan Besi, tetapi dilaksanakan secara menyeluruh di seluruh wilayah hukum Polsek Tambora berdasarkan pemetaan daerah yang berpotensi terjadi gangguan kamtibmas.

“Dengan pelaksanaan patroli secara rutin dan berkesinambungan, kami berharap aksi tawuran maupun kejahatan jalanan dapat terus ditekan, bahkan dihilangkan, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Wahyu juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan.

Menurutnya, situasi yang kondusif memerlukan sinergi antara kepolisian dan masyarakat, khususnya peran orang tua dalam mengawasi anak-anaknya agar tidak berada di luar rumah hingga larut malam.

“Kami mengimbau kepada para orang tua agar aktif memantau keberadaan putra-putrinya. Apabila hingga pukul 21.00 WIB anak belum pulang ke rumah, segera lakukan pengecekan dan berikan pengawasan. Kepedulian keluarga itu langkah awal yang sangat penting dalam mencegah keterlibatan anak dalam aksi tawuran maupun pergaulan yang berisiko,” kata Wahyu.

Baca juga: Warga Tambora minta polisi dirikan posko antisipasi tawuran

Baca juga: Cegah tawuran di Pondok Kopi, Pemkot Jaktim tutup akses jalur pinggir rel

Baca juga: Polisi ringkus empat pelaku tawuran yang tewaskan pelajar di Pancoran

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.