Jakarta (ANTARA) - Penjualan ponsel pintar global pada kuartal II 2026 tercatat turun 6 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya di tengah krisis pasokan memori dan meningkatnya biaya komponen.
Dilansir dari siaran Engadget pada Kamis (30/7) waktu setempat, data tersebut dilaporkan oleh lembaga analis industri teknologi Omdia yang mencatat penjualan ponsel pintar pada kuartal II 2026 sebanyak 272 juta unit.
Omdia menyebut pasar ponsel pintar yang tengah lesu kini menghadapi tekanan tambahan akibat gangguan rantai pasok yang diperkirakan masih berlanjut hingga setidaknya akhir 2026. Omdia mencatat pengiriman ponsel pintar secara global terus mengalami penurunan sejak akhir 2025.
Baca juga: Beijing luncurkan SMS satelit BeiDou untuk komunikasi darurat
Baca juga: Samsung dikabarkan siapkan Galaxy S27 Pro dengan bodi ringkas
Merek yang bermain di segmen harga terjangkau menjadi yang paling terdampak, misalnya Xiaomi dan Oppo. Pengiriman ponsel pintar Xiaomi turun 26 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sementara Oppo mencatat penurunan 17 persen.
Menurut Omdia, kenaikan harga di sejumlah pasar serta penyederhanaan portofolio produk menjadi faktor yang memengaruhi penurunan tersebut. Lembaga itu juga memperkirakan ponsel pintar kelas bawah akan mengalami kenaikan harga paling besar dalam beberapa bulan mendatang.
Di sisi lain, Samsung mencatatkan peningkatan tipis dengan penjualan mencapai 60,5 juta unit pada kuartal II 2026, sehingga pangsa pasarnya naik menjadi 22 persen.
Pencapaian itu diraih meski divisi perangkat seluler Samsung membukukan kerugian kuartalan pertamanya akibat tekanan terhadap laba operasional yang dipicu meningkatnya biaya produksi.
Namun, Omdia menilai bisnis semikonduktor Samsung, khususnya memori dan media penyimpanan, mengalami pertumbuhan signifikan seiring tingginya permintaan dari industri kecerdasan artifisial (AI), sehingga perusahaan mencatatkan pendapatan kuartalan tertinggi sepanjang sejarah pada periode tersebut.
Sementara itu, Apple membukukan kinerja kuartal II terbaiknya dengan pengiriman sebanyak 55,1 juta unit atau meningkat 23 persen secara tahunan. Pangsa pasar perusahaan juga naik menjadi 20 persen.
Omdia menyebut seri iPhone 17 menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan Apple pada 2026. Perusahaan itu juga dinilai masih mampu mempertahankan harga iPhone ketika banyak produsen lain mulai menaikkan harga produknya.
Menurut Omdia, produsen ponsel pintar yang mampu memadukan strategi penetapan harga, ketahanan rantai pasok, serta inovasi dalam strategi komersial berpeluang mencatatkan kinerja lebih baik sepanjang sisa tahun 2026.
Baca juga: Honor Robot Phone dikabarkan akan dirilis Agustus 2026
Baca juga: Honor dikabarkan siapkan ponsel dengan baterai jumbo 14.000 mAh
Baca juga: Huawei kembangkan ponsel pintar "candy bar" dengan layar 7 inci
Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.