BRIN memformulasikan minyak kemenyan murni sebagai base note (dasar aroma) yang dicampur dengan minyak asiri khas Nusantara lainnya

Jakarta (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menghapus persepsi mistis yang selama ini melekat pada kemenyan, dengan mengekstraksi getah tanaman endemis tersebut menjadi minyak asiri berkualitas tinggi, sebagai bahan dasar pembuatan parfum premium kelas dunia.

Peneliti Pusat Riset Botani Terapan BRIN, Aswandi, dalam sebuah siniar yang dikutip di Jakarta, Jumat, menjelaskan bahwa minyak asiri kemenyan memiliki karakter aroma tipe amber yang sangat bold (tegas), elegan, dan jauh dari kesan menyeramkan

Ia memaparkan bahwa aroma yang dihasilkan dari proses ekstraksi minyak kemenyan sangat berbeda dengan aroma kemenyan mentah yang dibakar untuk keperluan ritual.

"Bahkan seandainya kalau kita datang ke hutan kemenyan sendiri, tidak ada aroma yang 'menakutkan' itu. Tidak ada," kata Aswandi.

Baca juga: Kemenperin perkuat peran industri kecil pacu hilirisasi kemenyan

Untuk menciptakan parfum yang memikat, BRIN memformulasikan minyak kemenyan murni sebagai base note (dasar aroma) yang dicampur dengan minyak asiri khas Nusantara lainnya.

Campuran tersebut meliputi minyak nilam (patchouli), minyak bunga kenanga, melati, hingga ekstrak jeruk, sehingga membentuk lapisan aroma yang mewah dan menyegarkan.

Aswandi mengungkapkan bahwa kandungan fitokimia dalam kemenyan Indonesia memiliki keunikan yang tidak ditemukan pada spesies kemenyan di negara lain. Senyawa seperti cinnamein, benzyl benzoate, dan vanillin yang melimpah membuat kemenyan Indonesia berpotensi besar untuk menguasai pasar global

Sayangnya, selama ini Indonesia hanya terjebak sebagai pengekspor bahan mentah (raw) resin kemenyan ke 60 negara dengan volume mencapai 5.000 hingga 6.000 ton per tahun.

Baca juga: Prabowo dukung pengembangan "gen bank" untuk bibit unggul pertanian

Ironisnya, masyarakat Indonesia kemudian mengimpor kembali produk-produk parfum dan kosmetik jadi bernilai mahal dari luar negeri, yang ironisnya menggunakan kemenyan asal Tanah Air sebagai bahan bakunya.

Selain menciptakan wewangian, Aswandi menyebut inovasi parfum berbasis kemenyan ini juga memiliki khasiat aroma terapi yang bermanfaat untuk menenangkan pikiran, meningkatkan fokus, hingga membantu regenerasi kulit wajah

Oleh karena itu, BRIN membuka pintu kolaborasi seluas-luasnya bagi pelaku UMKM di seluruh Indonesia untuk memanfaatkan paten dan teknologi purifikasi kemenyan ini. Langkah ini krusial untuk menekan dominasi produk parfum sintetik dari luar negeri.

"Di pekarangan kita punya nilam misalnya, di pekarangan kita punya serai wangi, ada kemenyan, kenapa enggak kita bikin sendiri saja, parfumnya? Kita bikin sendiri saja, aroma terapinya. Jadi selain kita mengurangi ketergantungan terhadap impor, kita juga punya ekonomi kreatif," tutur Aswandi.

Baca juga: Wapres Gibran heran banyak yang ribut saat bahas hilirisasi kemenyan

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.