Jakarta (ANTARA) - Pembalap muda Indonesia Muhammad Kiandra Ramadhipa menilai persaingan Kejuaraan Dunia Moto3 Junior 2026 berlangsung lebih sengit dibanding musim lalu karena kualitas para pembalap makin merata.
"Kalau di Moto3 Junior semuanya rata. Levelnya lebih tinggi dan lebih merata daripada tahun lalu. Tahun lalu, masih ada Hakim Danish, Veda Ega Pratama, dan beberapa pembalap yang satu tingkat di atas. Tahun ini lebih rata dan sengit, itu perbedaannya," kata Ramadhipa kepada pewarta di Jakarta, Jumat.
Menurut pembalap Honda Asia-Dream Racing Junior Team tersebut, tidak adanya pembalap yang terlalu dominan membuat konsistensi menjadi salah satu faktor penting dalam persaingan musim 2026.
Setiap kesalahan kecil, kata dia, dapat memengaruhi posisi finis karena para pembalap memiliki kecepatan yang relatif berimbang.
Ramadhipa mampu menunjukkan daya saing pada musim pertamanya di kelas Moto3 Junior dengan meraih kemenangan di Sirkuit Estoril, Portugal. Hingga putaran terakhir sebelum jeda kompetisi, pembalap bernomor 32 itu telah mengumpulkan 64 poin yang menempatkannya di posisi kelima klasemen sementara.
Baca juga: Ramadhipa bidik hasil maksimal di seri Perancis
Capaian itu menjadi bekal Ramadhipa untuk menghadapi tiga putaran tersisa. Ia menilai peluang meraih hasil positif tetap terbuka karena sudah memiliki pengalaman berlomba di seluruh sirkuit yang akan dihadapi.
"Di sisa tiga seri ini saya sudah pernah balapan di semua sirkuitnya. Tinggal adaptasi dengan setelan motor saja. Saya optimistis hasilnya positif," ujarnya.
Selain mengikuti Moto3 Junior, pembalap asal Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, tersebut juga tampil pada Red Bull MotoGP Rookies Cup musim ini.
Ramadhipa telah meraih kemenangan pada balapan kedua seri pembuka di Jerez, Spanyol. Ia juga naik podium ketiga pada salah satu balapan di Sachsenring, Jerman.
Pada musim pertamanya di Red Bull MotoGP Rookies Cup tahun lalu, Ramadhipa mengakhiri kejuaraan di peringkat kedelapan dengan 102 poin dan satu podium kedua di Sachsenring.
Baca juga: Veda Ega-Mario Suryo berbagi pengalaman unik saat tinggal di Eropa
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Imam Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.