Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia dan Yaman menjalin kerja sama di bidang jaminan produk halal (JPH) sebagai upaya memperkuat ekosistem halal global sekaligus memperluas akses pasar dan perdagangan produk halal kedua negara.

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, mengatakan kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam peningkatan pengakuan dan kepercayaan terhadap sistem halal masing-masing negara, sekaligus membuka peluang perdagangan yang lebih luas bagi produk halal Indonesia dan Yaman.

Selain itu, Haikal menilai kerja sama ini merupakan momentum penting untuk memperkuat perdagangan produk halal Indonesia dengan negara-negara Timur Tengah.

Menurutnya, Indonesia harus mengambil peran yang lebih besar sebagai produsen halal dunia, bukan sekadar menjadi pasar bagi produk halal dari negara lain.

“Melalui penandatanganan ini, kita bisa tunjukkan bahwa makin banyak produk halal Indonesia yang dapat menjangkau pasar Gulf Countries dan negara-negara Arab lainnya. Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi produsen halal yang berdaya saing di tingkat global,” ujarnya.

Lebih lanjut Haikal menjelaskan bahwa penguatan kerja sama internasional di bidang halal merupakan bagian dari strategi Indonesia membangun kepercayaan pasar global terhadap produk nasional.

Seiring meningkatnya permintaan terhadap produk halal di berbagai belahan dunia, halal tidak hanya dipandang sebagai pemenuhan kebutuhan umat Islam, melainkan telah menjadi standar kualitas yang diakui secara universal.

Oleh karena itu, Haikal mengatakan kerja sama internasional bidang jaminan produk halal menjadi instrumen penting untuk memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk.

“Halal harus menjadi patokan dan standar tertinggi bagi makanan, minuman, obat, dan kosmetik,” kata Haikal.

Sementara itu, Duta Besar Republik Yaman untuk Republik Indonesia Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh menyampaikan bahwa penandatanganan MoU tersebut memiliki arti strategis sekaligus historis bagi hubungan Indonesia dan Yaman.

“Hal ini mencerminkan tekad bersama kedua negara untuk meningkatkan hubungan bilateral menuju cakrawala kerja sama dan kemitraan yang lebih luas. MoU ini juga mencerminkan eratnya hubungan persaudaraan yang mengikat antara Yaman dengan Indonesia,” katanya.

Dubes Balfakeeh meyakini bahwa kerja sama ini akan memberikan manfaat nyata bagi dunia bisnis kedua negara, terutama dalam menyederhanakan proses sertifikasi halal, meningkatkan kepercayaan pasar, dan melancarkan arus perdagangan produk halal antara Indonesia dan Yaman.

“Kami meyakini MoU ini akan memberikan kontribusi dalam mempermudah proses sertifikasi produk halal, sekaligus memperlancar masuknya barang dan produk-produk Yaman ke pasar Indonesia,” ujarnya.

Baca juga: RI-Korsel bahas kemitraan strategis penguatan sistem sertifikasi halal

Baca juga: Indonesia-Australia teken kerja sama strategis jaminan produk halal

Baca juga: Indonesia-Maroko akselerasi kerja sama jaminan produk halal

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.