Jakarta (ANTARA) - Indonesia memperkuat posisinya sebagai destinasi terpercaya untuk investasi hijau melalui implementasi Sistem Registrasi Unit Karbon (SRUK), kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengawasan Lingkungan Hidup Muhammad Jumhur Hidayat.

Dalam siaran pers di Jakarta, Jumat, Jumhur menggambarkan SRUK sebagai instrumen utama untuk memperkuat kredibilitas pasar karbon Indonesia melalui pengukuran secara akurat upaya pengurangan emisi karbon.

"Dengan membangun sistem registrasi yang transparan, saling berintegrasi, dan didukung oleh kepastian hukum, Indonesia memperkuat posisinya sebagai tujuan investasi hijau yang kredibel," katanya.

SRUK merupakan registrasi karbon nasional yang dirancang untuk meningkatkan transparansi, kepastian regulasi, dan integritas pasar.

Baca juga: Menteri LH ajak dunia bisnis terlibat kembangkan kredit biodiversitas

Jumhur menilai bahwa sistem ini memberikan kepastian yang lebih besar bagi investor dan pelaku pasar dengan memastikan bahwa kredit karbon sepenuhnya dapat dilacak, kepemilikan ditetapkan dengan jelas, transaksi dicatat dengan benar, serta terdapat pengamanan untuk mencegah penghitungan ganda.

"Melalui kerangka tata kelola ini, Indonesia tidak hanya memperkuat pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC), tetapi juga mengirimkan pesan yang kuat kepada dunia," katanya.

Ia menegaskan, "Indonesia siap berkontribusi tidak hanya sebagai penyedia peluang mitigasi karbon berkualitas tinggi, tetapi juga sebagai mitra terpercaya dalam menciptakan pasar karbon global yang kredibel, transparan, dan berintegritas tinggi".

Jumhur mengaku yakin bahwa sistem ini akan meningkatkan kepercayaan investor terhadap lanskap investasi hijau Indonesia dengan menyediakan tata kelola yang lebih kuat dan kepastian regulasi yang lebih besar untuk proyek-proyek karbon.

Pewarta: Asri Mayang Sari
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.