Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Santiago di Chile menggelar penjajakan bisnis (business matching) dan memperoleh potensi transaksi yang mencapai 104 ribu dolar AS atau sekitar Rp1,87 miliar.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi produk Indonesia yang berpeluang ekspor tersebut terdiri dari kopi, minyak kelapa sawit dan turunannya, serta popok dewasa (adult diapers).
"Business matching menjadi salah satu strategi penting untuk mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon pembeli potensial di luar negeri sekaligus membuka peluang ekspor nonmigas ke pasar global. Kami terus mendorong pelaku usaha untuk mengikuti business matching dan menjadi eksportir," kata Puntodewi dalam keterangan di Jakarta, Senin.
Wakil Kepala ITPC Santiago Tesa Listva Kusumawardani mengatakan ketiga business matching dilaksanakan secara daring pada 23-30 Juni 2026.
Potensi transaksi terbesar berasal dari produk minyak kepala sawit dan turunannya senilai 46.000 dolar AS, produk kopi senilai 28.000 dolar AS, serta produk popok dewasa sebesar 30.000 dolar AS.
"Rencana pembelian awal dari masing-masing buyer akan menjadi tahap evaluasi terhadap kualitas produk, harga, kapasitas pasok, serta respons pasar sebelum meningkatkan volume pembelian pada tahap berikutnya," ujar Tesa.
Tesa menjelaskan, minat buyer Chile terhadap produk Indonesia terus meningkat, baik untuk produk makanan olahan, bahan baku industri pangan, maupun produk perawatan tubuh (personal care).
Kondisi tersebut menunjukkan semakin terbukanya peluang diversifikasi ekspor Indonesia ke Chile. Menurut Tesa, ITPC Santiago akan mengawal komunikasi antara eksportir Indonesia dan buyer di Cili untuk mempercepat realisasi transaksi.
Berdasarkan data Kemendag, pada periode Januari-Mei 2026, total perdagangan Indonesia dengan Chile mencapai 226,20 juta dolar AS, meningkat 1,02 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Ekspor Indonesia ke Chile tercatat sebesar 179,10 juta dolar AS, sedangkan impor Indonesia dari Chile mencapai 47,10 juta dolar AS.
Sepanjang tahun 2025, total perdagangan Indonesia dengan Chile mencapai 535,50 juta dolar AS. Indonesia membukukan surplus perdagangan sebesar 347,50 juta dolar AS, dengan nilai ekspor ke Chile mencapai 441,50 juta dolar AS dan impor dari Chile sebesar 94,00 juta dolar AS.
Komoditas ekspor Indonesia ke Chile pada tahun 2025 didominasi oleh kendaraan dan bagiannya, alas kaki, pupuk, mesin-mesin atau pesawat mekanik, serta kertas dan karton.
Baca juga: Memperluas jejak dagang Indonesia di Pasifik melalui Chile
Baca juga: Indonesia-Chile perkuat kerja sama mineral kritis hingga kesehatan
Baca juga: Kadin upayakan penguatan kerja sama agrikultur dengan Chile
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.