Jakarta (ANTARA) - Kemerdekaan dan demokrasi adalah hulu, sementara kesejahteraan rakyat merupakan hilir. Imajinasi ini bersinggungan dengan konsep hilirisasi dari Presiden Prabowo Subianto.

Memasuki 81 tahun Kemerdekaan RI, pemerintahan Presiden Prabowo berusaha keras mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Setidaknya ada tiga elemen pokok penanda kesejahteraan masyarakat, yakni pangan (sembako), papan (rumah tinggal yang layak), dan akses pendidikan bagi warga kurang mampu.

Akses pendidikan bagi anak-anak warga tak mampu menjadi signifikan, mengingat pendidikan adalah faktor penentu masa depan, agar anak-anak itu bisa keluar dari lingkaran kemiskinan.

Diluncurkannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG), juga didasari semangat membantu anak-anak dari keluarga tidak mampu untuk memperoleh asupan gizi yang baik, agar bisa sekolah dengan perut terisi dan hati gembira. Menjadi tantangan pemerintahan Prabowo-Gibran, untuk mewujudkan masyarakat sejahtera paripurna.

Sejumlah program populis sudah dijalankan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, selain MBG, satu lagi adalah Koperasi Desa/Keluraan Merah Putih (KDMP).


Bonus demografi

Masih ada waktu tersisa dua dekade lagi untuk menyiapkan Generasi Emas 2045, terutama Generasi Z dan Generasi Alpha, agar menjadi generasi yang berkualitas dan kompetitif.

Indonesia, hari ini berada dalam periode bonus demografi, dengan penduduk usia produktif berlimpah, sehingga membuka ruang meraih pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

Bonus demografi adalah modal penting bagi Indonesia untuk menjadi negara maju. Program MBG merupakan katalis untuk mendorong lahirnya generasi baru setara (penerima) Nobel.

Bonus demografi muncul ketika mayoritas penduduk dalam suatu masyarakat berada dalam kelompok usia produktif, yaitu rentang usia 18 hingga 64 tahun.

Potensi ini dapat memberikan manfaat besar dalam hal tenaga kerja, namun keberhasilannya harus senantiasa disertai kesehatan prima dan tingkat kecerdasan baik.

Mengapa hal ini penting? Karena ketika kelompok usia produktif memiliki kesehatan dan kecerdasan yang optimal, dampak positifnya akan terasa dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta indeks pembangunan manusia di suatu negara.

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.