Jakarta (ANTARA) - Bulan Agustus selalu menghadirkan suasana yang berbeda. Bendera Merah Putih berkibar di halaman rumah, berbagai perlombaan digelar di lingkungan masyarakat, dan semangat kebangsaan kembali menguat. Setiap tahun, kita diajak mengenang perjuangan para pendiri bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi menghadirkan Indonesia sebagai negara yang merdeka.

Setelah lebih dari delapan dekade kemerdekaan, tantangan bangsa tentu berubah. Jika dahulu perjuangan dilakukan di medan perang, hari ini perjuangan hadir dalam bentuk yang berbeda, yaitu membangun Indonesia agar semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing. Mengisi kemerdekaan bukan lagi hanya soal mempertahankan kedaulatan wilayah, tetapi juga memastikan setiap kebijakan pembangunan benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Pertanyaannya, apa yang dapat dilakukan masyarakat untuk ikut mengisi kemerdekaan? Jawabannya mungkin lebih sederhana daripada yang kita bayangkan. Salah satunya adalah bersedia memberikan data yang benar ketika negara membutuhkannya.

Di bulan Agustus ini, Badan Pusat Statistik (BPS) berada pada periode akhir lapangan dalam pendataan Sensus Ekonomi 2026, sebuah kegiatan nasional yang diselenggarakan setiap 10 tahun sekali untuk memotret seluruh aktivitas ekonomi Indonesia. Sekilas, kegiatan ini mungkin hanya terlihat sebagai pendataan biasa. Padahal, di balik setiap pertanyaan yang diajukan petugas sensus terdapat fondasi penting bagi lahirnya berbagai kebijakan publik yang akan memengaruhi arah pembangunan Indonesia selama bertahun-tahun ke depan.

Kita sering mendengar istilah evidence-based policymaking, yaitu proses penyusunan kebijakan yang didasarkan pada bukti dan data, bukan semata-mata asumsi ataupun intuisi. Dalam tata kelola pemerintahan modern, pendekatan ini telah menjadi standar. Pemerintah perlu mengetahui bagaimana kondisi riil perekonomian, sektor usaha mana yang berkembang, wilayah mana yang membutuhkan dukungan lebih besar, hingga bagaimana transformasi digital mengubah wajah dunia usaha. Semua itu hanya dapat diketahui apabila tersedia data yang akurat, lengkap, dan mutakhir.

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.