Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu mempercepat pemeliharaan infrastruktur penyedia air bersih dari Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) dan Brackish Water Reverse Osmosis (BWRO) dalam memastikan ketersediaan air bersih di kawasan kepulauan tersebut.
“Langkah percepatan tersebut melibatkan PAM JAYA untuk membantu pengelolaan fasilitas dan pergantian alat,” kata Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Kepulauan Seribu Endro Mukti Wibowo di Jakarta, Senin.
Pihaknya pun berkomitmen menyiapkan kebutuhan air bersih bagi masyarakat melalui kehadiran SWRO dan BWRO yang layak.
Menurut Endro, kesiapan SWRO dan BWRO menjadi perhatian Kabupaten Kepulauan Seribu dalam memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat.
Dia mengatakan Pemkab Kepulauan Seribu bersama PAM JAYA dan Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Kepulauan Seribu secara berkala melakukan monitoring pengoperasian SWRO dan BWRO sehingga tetap berjalan maksimal.
Pihaknya juga terus berkomunikasi dengan pihak PAM JAYA sehingga pengoperasian SWRO dan BWRO di seluruh pulau berpenduduk dapat berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala.
“Selain itu, melakukan peremajaan alat yang diperlukan dan kebutuhan air bersih masyarakat Kepulauan Seribu tetap terpenuhi,” ujar Endro.
Baca juga: Pemkab tingkatkan kapasitas BWRO penuhi kebutuhan air di Pulau Kelapa
Sebelumnya, Bupati Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan menyatakan kebutuhan air menjadi tantangan utama bagi masyarakat di daerah kepulauan di Provinsi DKI Jakarta dalam kehidupan sehari-hari.
“Kebutuhan air bersih masih menjadi tantangan utama di Kepulauan Seribu,” kata Muhammad Fadjar Churniawan dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Tahun 2026 di Jakarta, Rabu (29/7).
Dia menilai keberadaan SWRO dalam penyediaan air bersih bagi warga kepulauan sangat dibutuhkan.
“Selama ini, kita mengandalkan dukungan Sudin SDA dan PAM Jaya. Namun, kapasitasnya tentu terbatas," tutur Fadjar.
Teknologi SWRO yang mampu memurnikan air laut itu dapat memproduksi 1.867 liter air per hari, dengan alokasi air bersih untuk warga masing-masing 64 liter per hari. Sedangkan teknologi BWRO digunakan untuk memurnikan air payau menjadi air minum.
Fasilitas tersebut berada di tujuh pulau berpenduduk di Kepulauan Seribu, yaitu Pulau Harapan, Pulau Kelapa, Pulau Karya, Pulau Panggang, Pulau Tidung, Pulau Lancang, dan Pulau Untung Jawa. Setiap pulau memiliki kapasitas yang berbeda-beda, sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Baca juga: Pemkab Kep Seribu bangun fasilitas pengolahan air laut jadi air bersih
Baca juga: Ketersediaan air bersih jadi prioritas pembangunan di Kepulauan Seribu
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.