Jakarta (ANTARA) - Pelatih anyar klub BRI Super League Madura United menegaskan timnya akan mengusung identitas permainan baru untuk mengarungi kompetisi musim 2026/2027.

Dikutip dari laman resmi I.League, Senin, Ze Gomes menjelaskan Madura United akan terus menguatkan karakter permainan hingga kompetisi bergulir pada medio September mendatang.

Mantan pelatih AremaFC itu menjelaskan timnya akan mengusung karakter penguasaan bola sebagai fondasi utama, dan yang tak kalah penting adalah reaksi cepat ketika kehilangan bola.

"Kami akan coba bermain dengan karakter penguasaan bola, setelah kehilangan bola, harus segera bereaksi untuk mendapatkan lagi, intensitas tinggi juga," tegas Ze Gomes.

Pelatih berkebangsaan Portugal tersebut menjelaskan untuk menjalankan gaya permainan tersebut, manajemen Madura United sudah mendatangkan sejumlah pemain baru, baik asing ataupun lokal, serta beberapa nama penting dari musim lalu juga dipertahankan agar proses adaptasi berjalan lebih cepat.

Baca juga: Madura United rekrut Ze Gomes untuk musim kompetisi 2026-2027

Sementara itu, Manajer Madura United Umar Wachdin berharap, kombinasi pemain lama dan baru ini diharapkan bisa langsung nyetel dengan skema yang menuntut kerja keras dan pressing ketat di seluruh lapangan.

"Kami sudah memenuhi semua hasil diskusi dengan jajaran pelatih terkait komitmen kami mendukung pelatih membawa Madura United ke arah yang lebih baik, termasuk penguatan komposisi skuad kami," jelas Umar.

Madura United di bawah asuhan Ze Gomes sejauh ini terus mempersiapkan untuk menyambut kompetisi yang akan datang dengan melakukan latihan.

Ze Gomes mengatakan fokus utama saat ini adalah memanfaatkan seluruh waktu yang ada untuk mematangkan persiapan tim jelang musim 2026/27 kembali bergulir pada September nanti.

Baca juga: Ze Gomes sebut Madura United belum dalam kondisi maksimal

Pewarta: Aldi Sultan
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.