Jakarta (ANTARA) - Owner Persik Kediri Arthur Irawan meminta timnas Indonesia untuk mewaspadai transisi permainan cepat dari timnas Vietnam pada laga lanjutan Grup A ASEAN Hyundai Cup (Piala AFF) 2026 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, nanti malam pukul 20.30 WIB.
"Jadi, kita harus mewaspadai transisi permainan mereka, karena prediksi saya Indonesia akan lebih banyak menguasai bola," kata Arthur ketika ditemui awak media di sela-sela Kongres Biasa PSSI 2026 di Jakarta, Senin.
Baik Indonesia maupun Vietnam sudah melakoni dua pertandingan di Piala AFF 2026, namun tim Garuda lebih baik dari tim The Golden Stars karena menyapu bersih semua laga dengan kemenangan.
Baca juga: John Herdman: Laga lawan Vietnam peluang Indonesia ambil kendali grup
Pada laga terakhir, The Golden Stars ditahan imbang 0-0 oleh Singapura, sementara Garuda mengalahkan Timor Leste 3-0.
Kemenangan itu membuat Indonesia naik ke peringkat kedua dengan enam poin, unggul dua poin atas Vietnam, dan selisih satu poin saja dari Singapura yang menempati puncak klasemen.
Situasi ini membuat kemenangan di laga nanti akan otomatis mengunci tiket semifinal untuk Indonesia, sekaligus membuat pasukan John Herdman itu memuncaki klasemen dengan sembilan poin.
Baca juga: Timnas Indonesia tidak akan terpancing provokasi Vietnam
Arthur sendiri melihat Vietnam akan bangkit pada laga nanti, namun ia berharap kemenangan tetap menjadi milik Indonesia.
"Menurut saya, timnas Indonesia di bawah Coach John Herman sangat bagus. Pola bermainnya sudah jelas. Saya juga suka cara Coach John menerapkan permainan kaki ke kaki. Kualitas para pemainnya juga menurut saya sangat bagus," kata dia.
"Mereka sudah memenangkan dua pertandingan pertama, jadi tentu rasa percaya dirinya sedang tinggi. Semoga malam ini bisa kembali meraih tiga poin saat menghadapi Vietnam," tambah dia.
Baca juga: Pratinjau Indonesia vs Vietnam: Ujian sesungguhnya skuad Garuda
Pewarta: Zaro Ezza Syachniar
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.