Kairo (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty pada Minggu (2/8) menekankan pentingnya upaya berkelanjutan untuk mencegah eskalasi lebih lanjut di kawasan tersebut dalam pembicaraan telepon dengan utusan khusus Presiden AS Steve Witkoff.
Menurut pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Mesir, dalam pembicaraan tersebut, Abdelatty menegaskan bahwa solusi politik dan diplomatik tetap menjadi satu-satunya jalan yang dapat ditempuh untuk mewujudkan keamanan dan stabilitas regional.
Abdelatty menyerukan peningkatan upaya internasional dan regional untuk mengendalikan berbagai krisis yang sedang berlangsung di kawasan serta mendukung inisiatif deeskalasi. Menurut dia, langkah tersebut akan membantu menciptakan kondisi yang kondusif bagi dimulainya kembali dialog sekaligus mengatasi akar penyebab konflik.
Pada hari yang sama, Abdelatty juga mengadakan pembicaraan melalui telepon secara terpisah dengan menlu Qatar, Irak, dan Kuwait untuk membahas perkembangan situasi di kawasan serta upaya untuk meredakan ketegangan.
Militer AS bulan lalu melancarkan beberapa gelombang serangan terhadap Iran, menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan respons atas serangan Iran terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz serta bertujuan melemahkan kemampuan Iran untuk mengancam pelayaran komersial.
Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan serta fasilitas militer AS di Yordania, Kuwait, dan Bahrain.
Pada Minggu yang sama, Abdelatty membahas perkembangan terkini di Jalur Gaza serta upaya untuk memajukan implementasi rencana perdamaian bagi wilayah tersebut yang diusulkan AS dalam pembicaraan melalui telepon dengan Nickolay Mladenov, perwakilan tinggi untuk Gaza dari Dewan Perdamaian yang dipimpin AS.
Presiden AS Donald Trump pada Kamis (30/7) mengatakan bahwa Dewan Perdamaian telah mencapai kesepakatan mengenai "pelucutan senjata secara menyeluruh" terhadap Hamas dan kelompok-kelompok bersenjata lainnya di Gaza.
Anggota biro politik Hamas, Basem Naim, pada Jumat (31/7) mengatakan bahwa Hamas menyetujui versi terbaru dari peta jalan untuk fase kedua perjanjian gencatan senjata di Gaza setelah melalui negosiasi yang sengit.
Namun, Hamas menetapkan bahwa pengaturan terkait persenjataan harus disertai dengan penghentian agresi secara total, penarikan pasukan Israel dari wilayah kantong tersebut, serta kemajuan dalam rekonstruksi.
Pewarta: Xinhua
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.