pemerintah terus memperkuat dukungan pembiayaan melalui skema FLPP dengan target penyaluran 350.000 unit rumah subsidi pada tahun 2026
Jakarta (ANTARA) - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menyatakan pemerintah terus memperkuat dukungan pembiayaan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan target penyaluran 350.000 unit rumah subsidi pada tahun 2026.
"Prospek pasar rumah subsidi pada semester II 2026 masih sangat positif. Tingginya backlog kepemilikan rumah menunjukkan bahwa kebutuhan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) masih sangat besar dan belum sepenuhnya terpenuhi. Di sisi lain, pemerintah terus memperkuat dukungan pembiayaan melalui skema FLPP dengan target penyaluran 350.000 unit rumah subsidi pada tahun 2026," ujar Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho kepada ANTARA di Jakarta, Senin.
Selain itu, kata Heru, berbagai kebijakan seperti tenor KPR FLPP hingga 40 tahun, suku bunga tetap yang rendah, serta kemudahan akses pembiayaan bagi MBR semakin meningkatkan keterjangkauan rumah subsidi.
"Faktor-faktor tersebut diyakini akan menjaga permintaan tetap kuat hingga akhir tahun," ujarnya.
Baca juga: BP Tapera: Rumah subsidi diminati oleh generasi milenial dan Gen Z
Baca juga: Sebanyak 30.203 debitur BTN ikuti akad massal KPR subsidi di Batang
Sebagai informasi, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat realisasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi melalui skema FLPP telah mencapai 121.363 unit hingga 31 Juli 2026.
Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera Sid Herdi Kusuma mengatakan, selain realisasi yang telah tercapai, masih terdapat puluhan ribu permohonan yang sedang diproses hingga tahap akad.
Ia menambahkan, dari sisi pasokan (supply) saat ini tersedia 21.077 unit rumah subsidi yang siap dibeli oleh masyarakat.
Adapun berdasarkan kelompok penerima manfaat, pekerja sektor buruh dan karyawan swasta mendominasi dengan total 76.715 unit KPR subsidi, diikuti kelompok wirausaha sebanyak 21.192 unit.
FLPP adalah program subsidi pembiayaan perumahan yang diberikan oleh pemerintah untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah membeli rumah dengan skema KPR bersubsidi.
Melalui program ini, pemerintah memberikan dana murah kepada bank penyalur agar masyarakat dapat memperoleh rumah dengan suku bunga rendah, uang muka ringan dan tenor panjang.
Baca juga: Pemerintah salurkan 62.710 unit KPR FLPP ke MBR lewat akad massal
Baca juga: Menteri PKP optimistis target 350 ribu rumah subsidi bisa tercapai
Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.