Kabupaten Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi melibatkan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Tengah untuk menerjunkan tim ahli geologi di Desa Sarumana, Kecamatan Palolo terkait ditemukannya semburan air diduga mengandung gas dan mudah terbakar.

"Tentunya segera kami lakukan peninjauan ke lokasi itu dan memberikan laporan ke Dinas ESDM Sulteng untuk memeriksa kandungan apa yang ada di dalamnya sehingga tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sigi Heru Murtanto di Dolo, Senin.

Ia mengemukakan saat ini pihak kepolisian dan pemerintah Kecamatan Palolo sudah melakukan pemasangan police line sekitar kawasan tersebut.

"Lokasinya itu sudah dipasangi police line dan masih dalam pengawasan ketat aparat setempat serta menunggu hasil pemeriksaan teknis Dinas ESDM Sulteng," ucapnya.

Sementara itu Camat Palolo Muhammad Syukur menyebutkan munculnya air mengandung gas itu berawal dari lokasi proyek pengeboran air tanah oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat.

"Awalnya itu dari proyek pengaliran air tanah di dua titik tapi hanya satu titik yang mengeluarkan material gas sehingga kami buatkan aliran airnya ke drainase," sebut Syukur.

Ia menuturkan agar masyarakat tidak mendekati dan menghindari lokasi yang sudah dipasangi garis polisi tersebut.

"Masyarakat kami minta tidak mendekat ke lokasi demi keamanan," ujarnya.

Keluarnya gas itu sebenarnya terjadi setelah gempa di Sigi pada awal Juli 2026 kemarin tapi api yang keluar masih kecil saat dites. Dan saat Minggu kemarin dites kembali, apinya cukup besar dan videonya menjadi viral.

Pada video yang beredar, seorang warga mencoba menyodorkan api dari korek gas ke aliran air yang mengandung gas, dan langsung memunculkan kobaran api.

Baca juga: Warga kaget semburan air dari sumur bor mengandung gas di Pamekasan

Baca juga: Badan Geologi paparkan pemicu semburan air bercampur gas di Bogor

Baca juga: Badan Geologi jelaskan semburan api dari sumur bor di Tol Cipali

Pewarta: Moh Salam
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.