Tulungagung, Jawa Timur (ANTARA) - Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur menggandeng Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah (SATU) Tulungagung dan Lembaga Dakwah PWNU Jatim untuk memperluas literasi masyarakat mengenai kebijakan penyelenggaraan ibadah haji.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan sertifikasi bertajuk "Kebijakan Penyelenggaraan Haji di Indonesia" yang menghadirkan Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj, Puji Raharjo, sebagai pembicara utama, Senin.
Puji Raharjo mengatakan, transformasi tata kelola penyelenggaraan haji harus diikuti dengan penguatan literasi publik agar setiap kebijakan dapat dipahami secara utuh oleh masyarakat.
"Perubahan tata kelola penyelenggaraan haji bukan sekadar perubahan kelembagaan, tetapi merupakan ikhtiar menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan jamaah. Karena itu, masyarakat perlu memperoleh informasi yang benar dan utuh mengenai kebijakan haji," katanya.
Menurut dia, perguruan tinggi, pesantren, dan organisasi keagamaan memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menyebarluaskan informasi yang akurat sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan ibadah haji.
Melalui kolaborasi tersebut, lanjutnya, berbagai kebijakan Kementerian Haji dan Umrah diharapkan dapat dipahami secara komprehensif sehingga memperoleh dukungan masyarakat.
Kegiatan yang diselenggarakan Program Pascasarjana Akidah dan Filsafat Islam UIN SATU Tulungagung bersama LD PWNU Jawa Timur itu dihadiri Ketua Program Studi Pascasarjana Akidah dan Filsafat Islam UIN SATU Ahmad Nur Kholis yang mewakili rektor, perwakilan PWNU Jawa Timur Nur Shodiq Askandar, Ketua LD PWNU Jawa Timur Syukron Dzazilan, serta perwakilan Kanwil Kemenhaj Jawa Timur Candra.
Kemenhaj berharap sinergi dengan perguruan tinggi dan organisasi keagamaan terus diperkuat sebagai bagian dari upaya memperluas edukasi kebijakan haji sekaligus mendukung penyelenggaraan ibadah haji yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan terbaik bagi jamaah.
Baca juga: Kemenhaj resmi hapus mekanisme lunas tunda ganti
Baca juga: Wamenhaj ajak bangun budaya kerja baru demi beri pelayanan terbaik
Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.