kami rancang agar sarana pendidikan di Jawa Timur ini dapat menjadi model kawasan terintegrasi yang mampu mencetak generasi unggul penerus masa depan negara

Jakarta (ANTARA) - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) sedang mengerjakan proyek pembangunan sebanyak lima Sekolah Rakyat di Provinsi Jawa Timur, dengan total nilai kontrak sebesar Rp1,16 triliun.

Kelima Sekolah Rakyat itu berada di empat kabupaten dan satu kota yaitu Kabupaten Gresik, Kabupaten Jombang, Kabupaten Sampang, Kabupaten Tuban, serta Kota Surabaya.

"Sesuai arahan pemerintah, Sekolah Rakyat bukan hanya sebagai tempat belajar, tapi juga lingkungan pendidikan terpadu. Maka kami rancang agar sarana pendidikan di Jawa Timur ini dapat menjadi model kawasan terintegrasi yang mampu mencetak generasi unggul penerus masa depan negara," ujar Direktur Operasi II WSKT Paulus Budi Kartiko dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.

Paulus mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat semakin memperkuat rekam jejak perseroan sebagai BUMN Konstruksi yang telah berpengalaman lebih dari 65 tahun untuk menghadirkan infrastruktur penuh manfaat bagi bangsa.

“Ke depan, kami terus berkomitmen mendukung program pemerintah sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Paulus.

Dalam kesempatan ini, Waskita Karya melaporkan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Surabaya di Jawa Timur yang dibangun oleh perseroan sudah mulai digunakan oleh para siswa dan pengajar sekolah tersebut.

Ratusan siswa tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) telah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sejak Kamis (30/07).

Baca juga: Waskita Karya garap Tol Yogyakarta-Bawen seksi 3 senilai Rp2,1 triliun

Baca juga: Waskita Karya pastikan terus ekspansi proyek ke Arab Saudi

Paulus menjelaskan pengerjaan Proyek SRT merupakan bagian dari investasi membangun bangsa, sehingga perseroan berusaha merampungkan sekolah berkapasitas 370 siswa tersebut secepat mungkin dengan hasil terbaik.

"Hampir 4.500 tenaga kerja kami kerahkan guna menyelesaikan proyek Sekolah Rakyat di Jawa Timur, termasuk SRT 2 Surabaya. Mereka bekerja siang dan malam secara bergantian demi mengejar bangunan agar bisa segera dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar pada Agustus," ujar Paulus.

Ia menjelaskan perseroan menggunakan metode half slab pada pekerjaan pelat lantai dua, mempercepat distribusi material memakai hiab crane, lalu melakukan pengecoran dengan concrete pump dan mobile crane.

“Dipasang pula struktur rangka atas baja sekaligus percepatan penyambungan daya listrik PLN melalui penyesuaian tata letak panel sesuai standar teknis,” jelas Paulus.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat meninjau langsung ke lokasi SRT 2 Kota Surabaya, yang menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto berjalan secara baik.

Selain itu, juga menegaskan komitmen negara dalam mendorong pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui dukungan pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Selama kunjungan, Purbaya berinteraksi langsung dengan para siswa, serta mengingatkan tujuan utama Sekolah Rakyat yakni untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak Indonesia.

"Sekolah Rakyat adalah salah satu modal untuk mendukung Indonesia emas," ujar Purbaya.

Sebelumnya, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari juga berkunjung langsung ke SRT Surabaya, dan melihat berbagai fasilitas yang tersedia seperti ruang guru, asrama siswa, toilet, laboratorium, lapangan olahraga, masjid, serta masjid.

Qodari mengapresiasi bangunan SRT 2 Surabaya yang berdiri di atas lahan seluas 6,6 hektar. Menurutnya, SRT tersebut tidak hanya memiliki fasilitas lengkap, namun juga berstandar tinggi, sehingga tidak kalah dengan sekolah swasta.

"Fasilitasnya luar biasa. Kalau kita melihat, biasanya sekolah-sekolah swasta yang sangat bagus dan sangat mahal memiliki fasilitas seperti ini, tetapi justru di sini ditujukan untuk kalangan yang kurang beruntung," ujar Qodari.

Baca juga: Waskita Karya raih kontrak baru Rp3,1 triliun di kuartal I-2026

Baca juga: Waskita Karya garap proyek Sekolah Rakyat senilai Rp757 miliar di Aceh

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.