Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan pendistribusian buku bacaan perlu diiringi upaya menumbuhkan minat baca agar mampu meningkatkan literasi masyarakat.
"Distribusi buku adalah langkah awal yang penting untuk mengatasi salah satu problem utama literasi, yaitu rendahnya akses terhadap bahan bacaan bermutu. Namun, tanpa diikuti upaya peningkatan minat dan budaya baca, program ini dikhawatirkan tidak akan mencapai tujuan utamanya," kata Lestari dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Pernyataan tersebut disampaikan Lestari menanggapi langkah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti yang mendistribusikan 5,54 juta eksemplar buku bacaan ke 24.609 sekolah di seluruh Indonesia secara simbolis di Kudus, Jawa Tengah, akhir pekan lalu.
Lestari, yang juga anggota Komisi X DPR RI, mengatakan tingkat literasi masyarakat Indonesia masih perlu ditingkatkan. Berdasarkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat yang dirilis Perpustakaan Nasional pada Maret 2026, skor nasional baru mencapai 40,6.
Baca juga: Wakil Ketua MPR dorong penguatan layanan terpadu lindungi anak
Selain itu, hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada 2025 menunjukkan kemampuan pemahaman tekstual siswa mencapai 49,21 persen, sedangkan pemahaman inferensial sebesar 43,21 persen.
"Data tersebut mengindikasikan fondasi literasi yang belum kuat," ujarnya.
Menurut Lestari, peningkatan literasi masih menghadapi sejumlah kendala, seperti kesenjangan antardaerah, kuatnya budaya lisan, harga buku yang relatif mahal, serta kurangnya dukungan lingkungan keluarga.
Baca juga: Wakil Ketua MPR: mendidik wujud optimisme bagi masa depan bangsa
Ia menambahkan, meskipun penetrasi internet tinggi, indeks literasi digital nasional pada 2025 masih stagnan di angka 44,53. Menurut dia, akses teknologi harus diimbangi dengan peningkatan kemampuan literasi digital.
Lestari mendorong agar program literasi dilaksanakan secara terpadu melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pegiat literasi, dan masyarakat.
"Bangsa dengan aspek literasi rendah akan tertatih-tatih dalam bersaing di kancah global. Momentum ini harus kita manfaatkan untuk bergerak bersama meningkatkan literasi setiap anak bangsa. Tidak ada kata instan, yang ada adalah kolaborasi yang berkelanjutan untuk mewujudkannya," kata Lestari.
Baca juga: MPR dorong kolaborasi atasi dampak keterbatasan anggaran Perpusnas
Pewarta: Fath Putra Mulya
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.