Tim BNPB turun langsung memantau pengerjaan normalisasi dan pembangunan tanggul tanah menggunakan jumbo bag di Kelurahan Sipange

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbaiki sekaligus memperkuat struktur tebing Sungai Sigala-gala di Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, guna mencegah potensi banjir dan longsor susulan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Selasa, mengatakan perkuatan tebing sungai dilakukan melalui penataan jumbo bag serta normalisasi alur sungai.

"Tim BNPB turun langsung memantau pengerjaan normalisasi dan pembangunan tanggul tanah menggunakan jumbo bag di Kelurahan Sipange," kata dia.

Baca juga: Tanggul sungai jebol, 200 KK terdampak banjir di Tapanuli Tengah

Abdul Muhari menjelaskan perkuatan tebing sungai ditargetkan sepanjang kurang lebih 400 meter dengan menyusun sekitar 1.000 jumbo bag, dimana progres per Selasa (4/8) telah mencapai 47 jumbo bag. Bahkan dalam waktu dekat BNPB mendatangkan penambahan 4.000 jumbo bag dari luar daerah.

Proyek perbaikan aliran Sungai Sigala-gala ini penting agar warga setempat bisa kembali beraktivitas dengan aman dari bahaya banjir bandang-longsor khususnya ketika hujan deras.

Alur aliran sungai tersebut rusak pasca-banjir besar yang membawa batang pohon tumbang akhir tahun 2025 lalu hingga menelan korban jiwa-kerusakan signifikan terhadap rumah dan lahan pertanian warga.

Baca juga: Gubernur Sumut: Percepat rekonstruksi pascabencana di Tapanuli Tengah

"Langkah mitigasi ini diperkuat melalui pembagian peran, dimana Dinas PUPR Tapanuli Tengah menangani normalisasi bagian hulu, sedangkan Dinas SDA Provinsi Sumut memobilisasi alat berat di hilir sungai," kata Abdul Muhari.

Dia mengakui bahwa cuaca yang tak menentu dan masih sering diguyur hujan secara mendadak, bahkan berlangsung dari pagi-sore, menjadi tantangan pelaksanaan pekerjaan normalisasi sungai dan pembangunan tanggul.

"Derasnya hujan juga menyebabkan debit Sungai Silaga-laga kembali meningkat sehingga menggerus tebing sungai yang berada dekat dengan permukiman warga," kata Abdul Muhari.

Baca juga: Pemerintah terus berupaya pulihkan desa-desa terisolir di Tapteng

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.