Jakarta (ANTARA) - Samsung menyatakan bahwa perusahaan melarang aplikasi-aplikasi yang berpotensi mengekspos koneksi internet pengguna dan akan menghapus aplikasi dengan fungsi semacam itu pada televisi (TV) pintarnya menyusul temuan kerentanan berkenaan dengan aplikasi pada televisi pintarnya.
Menurut warta TechCrunch, penelitian keamanan baru yang diterbitkan pada Senin (3/8) menunjukkan bahwa beberapa aplikasi TV pintar Samsung mengandung kode yang membagikan koneksi internet pemilik dengan orang asing, menghadirkan potensi pembajakan pada jutaan televisi pintar Samsung.
Penelitian keamanan yang dilakukan oleh perusahaan keamanan siber Norwegia, Mnemonic, menunjukkan bahwa beberapa aplikasi di platform TV Samsung memiliki fungsi yang dapat mengarahkan lalu lintas web orang asing melalui koneksi internet rumah sehingga permintaan tersebut tampak seolah-olah berasal dari pengguna TV.
Menurut Mnemonic, salah satu aplikasi yang didapati memiliki kemampuan tersebut adalah gim Pac-Man sederhana yang sebelumnya ditampilkan Samsung dalam seksi Pilihan Editor di toko aplikasinya.
Perusahaan keamanan siber itu menjelaskan bahwa pemasangan aplikasi tersebut dapat mengubah TV pintar menjadi residential proxy exit node, yang bisa digunakan untuk meneruskan lalu lintas internet pihak lain sehingga aktivitas tersebut tampak berasal dari koneksi internet pengguna.
Baca juga: Samsung tawarkan konten hiburan Korea di AS via aplikasi TV pintar
Menanggapi temuan dari perusahaan keamanan siber tentang kerentanan aplikasi platform TV pintarnya, Samsung menyampaikan bahwa mereka telah melarang aplikasi yang bisa membagikan koneksi internet pengguna.
"Kami telah membatasi pendaftaran aplikasi baru yang menggabungkan fungsi proksi semacam itu di platform Smart TV kami," kata juru bicara Samsung melalui surel kepada TechCrunch.
"Saat ini kami sedang menerapkan kebijakan pengembang yang ketat di seluruh platform yang secara eksplisit melarang SDK residential proxy, dan kami sedang berupaya untuk mengidentifikasi dan menghapus semua aplikasi yang saat ini tersedia di toko kami yang mengandung komponen-komponen ini," ia menjelaskan.
Software Development Kit (SDK) residential proxy bisa tetap dalam keadaan tidak aktif sampai diaktifkan untuk mengalihkan lalu lintas internet pihak lain melalui perangkat yang terhubung ke jaringan pengguna.
Masalah keamanan aplikasi tidak hanya terjadi pada platform TV Samsung. Bulan lalu, LG mengumumkan akan menangguhkan aplikasi yang dapat mengubah televisi pintar pengguna menjadi residential proxy.
Selain ditemukan pada platform televisi pintar, risiko itu juga muncul pada layanan virtual private network (VPN), terutama layanan VPN gratis.
Baca juga: Samsung integrasikan Google Photos ke TV pintar mulai 2026
Baca juga: Netflix memungkinkan pengguna bermain gim pakai layar TV pintar
Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.