Sebagai contoh, kita akan melakukan pertukaran perwira, prajurit dari pasukan khusus kedua negara, dan juga kita berencana untuk melakukan latihan antara kedua pasukan khusus Indonesia dan Thailand
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin memastikan akan terus memperkuat kerja sama di bidang pertahanan dengan Thailand.
Komitmen itu diperkuat dengan kehadiran Menteri Pertahanan Thailand H.E.Lt.Gen.Adul Boomthumjareon dalam kunjungan kehormatan di kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta Pusat, Senin.
Dalam pertemuan itu, Sjafrie mengatakan Indonesia dan Thailand sebelumnya sudah menyepakati Defense Cooperation Agreement (DCA) yang berisi ragam kesepakatan kerja sama militer.
Baca juga: Menhan sebut program P3MD tepat untuk ciptakan SDM berkualitas
Poin-poin kerja sama itu di antaranya di bidang latihan gabungan, pendidikan prajurit, pertukaran personel hingga kerja sama pengembangan industri pertahanan.
Poin-poin kerja sama itu, kata Sjafrie, dipastikan akan terus dijalankan demi terciptanya penguatan kekuatan tempur antara Indonesia dan Thailand.
"Sebagai contoh, kita akan melakukan pertukaran perwira, prajurit dari pasukan khusus kedua negara, dan juga kita berencana untuk melakukan latihan antara kedua pasukan khusus Indonesia dan Thailand," ujar Sjafrie.
Baca juga: Pastikan menu prajurit layak, Menhan cicip tahu goreng di dapur Yon TP
Tidak hanya kerja sama militer, Sjafrie memastikan Indonesia dan Thailand juga akan bersinergi dalam menjaga kondusivitas wilayah di Selat Malaka.
"Kita akan melakukan peningkatan patroli terkoordinasi antara masing-masing negara untuk stabilitas di kawasan ASEAN, khususnya di Selat Malaka," kata Sjafrie menjelaskan.
Dengan adanya ragam kerja sama militer ini, Sjafrie berharap hubungan bilateral antara Indonesia dan Thailand semakin kuat.
Baca juga: Kemhan RI jalin kerja sama penguatan keamanan siber dengan Finlandia
Pewarta: Walda Marison
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.