Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) siap mengakselerasi potensi pemanfaatan energi panas bumi (geothermal) dalam pengembangan pusat data hijau (green data center) di Indonesia.

“Kita sedang berupaya, ini salah satu upaya kita bagaimana mengakselerasi potensi-potensi panas bumi. Jadi bukan kita terjun ke bisnis data center, tapi kita support di sisi energinya,” kata Direktur Utama PGE Ahmad Yani saat ditemui di sela temu media di Jakarta, Selasa.

Pengembangan data center berbasis panas bumi, lanjut dia, merupakan langkah strategis untuk menghadirkan infrastruktur digital yang efisien, andal, dan beremisi rendah, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi digital global.

Melalui inisiatif ini, PGE mengambil peran lebih besar dalam memastikan percepatan transformasi digital nasional berjalan selaras dengan komitmen menuju ekonomi rendah karbon.

“Energi (panas bumi) yang bersih yang bisa kita manfaatkan untuk pengembangan data center, untuk support data center. Kita sudah tahu bahwasannya, geothermal itu baseload green energy, ini kan sangat bisa jalan dengan bisnis data center ke depan, yang fokus kepada green (energy),” ujar Ahmad Yani.

Mengutip catatan PGE, berdasarkan proyeksi pertumbuhan konsumsi kelistrikan di industri, hampir 26 persen didorong oleh pertumbuhan data center.

Kapasitas data center nasional diproyeksikan naik dari 520 megawatt (MW) pada 2025 menjadi 1,8 gigawatt (GW) pada 2030.

Hal ini pun membuka peluang bagi PGE untuk terlibat lebih jauh dalam sektor digital rendah karbon dan memastikan bahwa pertumbuhan digital Indonesia dibangun dengan bertanggung jawab serta berkelanjutan.

Di sisi lain, Ahmad Yani mengatakan perusahaan terbuka untuk berdiskusi dengan para pelaku di sektor pusat data yang tertarik dengan potensi pemanfaatan panas bumi dan pembangunan ekosistem pusat data hijau.

“Kita terbuka, semua perusahaan-perusahaan data center yang suka green pasti ada bertemu dengan kita. Semua perusahaan yang ada, kita terbuka untuk melakukan kerja sama, peluang-peluang. Kita akan juga (membahas) bagaimana kita membangun ekosistem,” kata Ahmad Yani.

“Kita meyakinkan para pihak, green baseload energy, kita bisa support, sehingga dengan demikian, akan terbentuk ekosistem. Kita buat ekosistem data center yang bisa support green energy dari geothermal,” ujarnya menambahkan.

Baca juga: Energi hijau untuk pusat data hijau nasional

Baca juga: Menko Airlangga gandeng Singapura dan Malaysia kembangkan data center

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.