Caracas (ANTARA) - Jumlah korban tewas akibat dua gempa bumi yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni lalu bertambah menjadi 6.125 orang, menurut data resmi yang disampaikan oleh Presiden Majelis Nasional Venezuela Jorge Rodriguez pada Senin (3/8).

Laporan yang diunggah di kanal Telegram Rodriguez itu menyebutkan jumlah orang yang berhasil diselamatkan tetap sebanyak 6.462 orang, sementara 60.992 orang telah menjalani perawatan di rumah sakit.

Pembaruan data tersebut memaparkan bahwa pihak berwenang telah menyerahkan 287 unit rumah kepada keluarga yang terdampak gempa bumi dan melakukan penilaian terhadap 43.679 bangunan di seluruh negeri.

Pemerintah Venezuela menggunakan sistem penandaan berbasis warna lampu lalu lintas untuk menilai kelayakan huni bangunan.

Tanda hijau menunjukkan bangunan yang layak dihuni, tanda kuning menandakan bangunan dengan akses terbatas, sedangkan tanda merah menunjukkan bangunan berisiko tinggi yang kemungkinan akan dibongkar.

Dua gempa bumi beruntun bermagnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela pada 24 Juni, dengan pusat gempa masing-masing berada di Negara Bagian Yaracuy di Venezuela barat dan Negara Bagian La Guaira di Venezuela tengah.

Pewarta: Xinhua
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.