Sleman (ANTARA) - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, membuka peluang investasi strategis senilai Rp14,97 miliar untuk pengembangan Kawasan Penunjang Pariwisata di sekitar Exit Tol Bokoharjo, Kapanewon Prambanan.
"Langkah ini diambil guna menangkap momentum pertumbuhan ekonomi dan pariwisata yang kian pesat di kawasan penyangga Candi Prambanan, " kata Kepala DPMPTSP Sleman Triana Wahyuningsih di Sleman, Selasa.
Ia mengatakan kawasan terpadu seluas sekitar sembilan hektare yang berlokasi di Dusun Pelemsari, Kalurahan Bokoharjo, tersebut mengusung tema "Invest in Heritage". Konsep ini memadukan nilai kelestarian budaya, kreativitas lokal, dan peluang bisnis dalam satu kawasan terintegrasi.
"Kawasan ini dirancang menjadi pusat aktivitas pariwisata dan ekonomi kreatif terpadu guna mendukung kawasan wisata Prambanan yang telah dikenal luas hingga ke mancanegara," kata Triana.
Baca juga: Kunjungan PM Modi ke Prambanan momentum warisi nilai luhur Nusantara
Ia mengatakan Bokoharjo memiliki keunggulan posisi geografis yang sangat strategis karena terhubung langsung dengan jaringan jalan utama Yogyakarta–Solo serta jalur keluar jalan tol. Kawasan ini juga dikelilingi oleh gugusan destinasi cagar budaya seperti Candi Prambanan, Situs Ratu Boko, dan Candi Banyunibo.
"Tren kunjungan wisatawan ke kawasan Prambanan terus meningkat tiap tahunnya. Selain lokasi yang prima, keberadaan ekosistem UMKM kreatif lokal di Bokoharjo menjadi modal kuat untuk pengembangan pusat ekonomi kreatif berbasis budaya, kuliner, dan perdagangan," katanya.
Ia mengatakan, pengembangan kawasan penunjang pariwisata ini akan menerapkan konsep Transit Multi-Function (TMF) melalui penyusunan Masterplan "Pasar Kerajinan & Plasa Kreatif Desa Bokoharjo".
Secara garis besar, area ini terbagi dalam enam zona pengembangan utama, yakni pasar kerajinan untuk bazar produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta kerajinan khas Sleman.
Pewarta: Sutarmi
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.