Ukuran yang paling mendasar adalah seberapa kuat sistem tersebut menjamin keselamatan manusia yang berada di dalamnya
Surabaya (ANTARA) - Peristiwa terbakarnya Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Mutiara Sentosa 2 rute Surabaya-Makassar, pada Minggu (2/8) sekitar pukul 06.00-07.00 WIB di perairan utara Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengingatkan kita pada kejadian kebakaran KMP Tampomas II.
Tragedi Tampomas pada 1981 itu terjadi saat kapal mengalami kebakaran dan tenggelam di sekitar Kepulauan Masalembo, juga di wilayah perairan Sumenep. Kapal yang menempuh perjalanan dari Jakarta menuju Sulawesi itu karam pada 27 Januari 1981, hingga menyebabkan meninggalnya ribuan penumpang.
Pedihnya peristiwa itu menginspirasi penyanyi Iwan Fals menggubah lagu yang menggambarkan mengerikannya tragedi tenggelamnya Tampomas II tersebut.
Kala itu keberadaan sarana teknologi belum secanggih seperti saat ini. Alat komunikasi jarak jauh hanya berupa telepon kabel dan radio komunikasi menggunakan gelombang elektromagnetik.
Sementara untuk peristiwa terbakarnya KMP Mutiara Sentosa 2, tidak sampai hitungan hari, bahkan tidak sampai dua jam dari peristiwa itu, sudah tersebar informasi dari radio siaran berdasarkan kiriman video yang direkam oleh salah seorang penumpang, lengkap dengan gambaran suasana panik di atas kapal.
Dalam kaedah jurnalistik, jika gambar di video yang dikirim melalui sarana komunikasi WA itu benar, maka termasuk dalam informasi yang eksklusif. Bahkan, bisa dipastikan akan dipilih editor untuk menjadi berita utama atau berada di halaman depan dalam satu surat kabar. Teknologi memang demikian adanya. Ia mempunyai prinsip mendekatkan yang jauh, dan pelan-pelan mengikis daya imajiner dengan gambar atau video fakta yang terkirim secara cepat, meski wartawan tetap wajib untuk dilakukan pengecekan kembali.
Di sinilah teknologi dan jurnalistik bertemu dalam satu situasi yang tidak sederhana. Kecepatan informasi memang menjadi kebutuhan, tetapi dalam situasi bencana atau kecelakaan, kecepatan tidak boleh mengalahkan akurasi.
Gambar kepanikan penumpang, kobaran api, kepulan asap, atau suara teriakan dari tengah laut memang memiliki nilai berita yang tinggi. Namun, di balik gambar tersebut terdapat manusia yang sedang berjuang menyelamatkan dirinya.
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.