Banyuwangi, Jatim (ANTARA) - Tim Asesor UNESCO Global Geopark (UGG) menyebut Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, telah menunjukkan kualitas pengelolaan Geopark Ijen, yang dibutuhkan untuk menjadi bagian dari jaringan geopark dunia atau UNESCO Global Geopark.

Dua asesor UNESCO Global Geopark (UGG) Andreas Schüller dari Jerman dan Qinling Zhongnanshan dari China, memulai proses revalidasi Geopark Ijen pada 3-6 Agustus mendatang. Dan kedua asesor UGG itu mengapresiasi Banyuwangi dalam menjaga kualitas pengelolaan Geopark Ijen sebagai bagian jaringan geopark dunia.

"Geopark bukan hanya tentang geologi, tetapi juga tentang masyarakat, di mana masyarakat menjadi aktornya. Saya melihat komitmen yang kuat dari Ibu Bupati dan seluruh pihak dalam hal ini. Itu adalah awal yang sempurna dalam misi evaluasi ini," kata Asesor UGG Andreas Schüller di Banyuwangi, Jatim, Selasa.

Dia juga menilai bahwa pemerintah daerah setempat memahami bahwa geopark tidak hanya berfungsi melindungi warisan geologi yang memiliki nilai internasional, tetapi juga mengintegrasikan aspek pendidikan, pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.

Andreas pun mengaku terkesan dengan panorama alam Banyuwangi yang ia nikmati selama perjalanan kereta api dari Surabaya menuju kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu.

"Kami mendapatkan gambaran awal tentang wilayah Anda (Banyuwangi) yang sangat luar biasa ini. Pemandangan yang indah, ladang-ladang, tanaman, perkebunan kopi dan di balik awan, dalam remang-remang kami bisa melihat beberapa gunung besar," ujarnya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan kunjungan dua asesor UGG merupakan kehormatan sekaligus momentum untuk menunjukkan komitmen daerah dalam mengembangkan Geopark Ijen secara berkelanjutan.

Menurutnya, sejak memperoleh pengakuan UNESCO pada 2023, pengelolaan Geopark Ijen terus diperkuat bersama pemerintah, masyarakat, akademisi dan berbagai pemangku kepentingan melalui tiga pilar utama, yakni edukasi, konservasi dan pemberdayaan masyarakat.

"Pengelolaan ekosistem UGG Ijen dilakukan mengintegrasikan alam, budaya dan masyarakat dalam satu kesatuan yang berkelanjutan," kata Bupati Ipuk.

Revalidasi tahun 2026 menjadi evaluasi pertama sejak Geopark Ijen resmi ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark pada 2023, dan evaluasi ini merupakan proses wajib yang dilakukan setiap empat tahun untuk memastikan kawasan geopark tetap memenuhi standar internasional.

Nantinya, hasil revalidasi akan menentukan status Geopark Ijen, yakni Green Card (kartu hijau) apabila memenuhi seluruh standar, Yellow Card jika diperlukan perbaikan dalam kurun dua tahun atau Red Card apabila status UNESCO Global Geopark dicabut.

Selama proses penilaian, kedua asesor mengunjungi sejumlah geosite dan lokasi pendukung pengelolaan geopark. Pada hari pertama, rim asesor meninjau Pusat Informasi Geologi Geopark Ijen (PIGGI), Desa Adat Kemiren, serta sejumlah sentra ekonomi kreatif di Banyuwangi.

Pada hari kedua, Rabu (5/8/2026) besok, dilanjutkan ke kawasan Alas Purwo dan Teluk Pangpang di Kecamatan Grajagan, yang menjadi bagian dari bentang alam dan ekosistem Geopark Ijen.

Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.