Lebak (ANTARA) - Realisasi investasi di Kabupaten Lebak, Banten semester I (Januari - Juni) 2026 mencapai Rp1,19 triliun terdiri dari triwulan I Rp580 miliar dan triwulan II Rp607 miliar berdasarkan Laporan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Analis Kebijakan Madya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak Robertus Erwin di Lebak, Rabu, menyampaikan pencapaian realisasi investasi tersebut menunjukkan langkah positif, karena dapat menyerap 5.840 tenaga kerja baru.
Selama ini, kepercayaan investor yang menanamkan modalnya di Kabupaten Lebak cukup tinggi, sehingga dipastikan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah juga meningkatkan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB).
Kebijakan Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki menjadikan Kabupaten Lebak sebagai daerah iklim investasi yang kondusif, aman dan nyaman di tengah ketidakpastian ekonomi juga dinamika geopolitik global.
Selain itu juga pemerintah daerah memberikan kemudahan-kemudahan proses perizinan berusaha juga penguatan ekosistem investasi yang kondusif serta dilindungi melalui peraturan daerah setempat.
Dengan demikian, para investor itu merasa terlindungi dan aman dalam melakukan kegiatan usahanya.
Baca juga: Lebak prioritaskan investasi hijau dan ramah lingkungan
Baca juga: Investasi properti di Lebak tumbuh guna wujudkan ekonomi baru
Berdasarkan data DPMPTSP Kabupaten Lebak, kata dia, realisasi pencapaian investasi Rp1,19 triliun itu terdiri atas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp885 miliar dengan jumlah 1.212 proyek dan Penanaman Modal Asing (PMA) Rp302 miliar dengan 192 proyek.
"Kita optimistis target investasi tahun 2026 sebesar Rp1,41 triliun bisa terealisasi ,karena realisasi semester I tercapai Rp1,19 triliun atau atau 84 persen," katanya.
Menurut dia, lima besar top sektor realisasi investasi di Kabupaten Lebak yakni pertama Listrik, Gas dan Air Rp269 miliar dan kedua Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi Rp266 miliar.
Selanjutnya, ketiga sektor Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran Rp183 miliar, keempat Tanaman Pangan, Perkebunan dan Peternakan Rp66 Miliar dan kelima Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya Rp60 Miliar.
Sementara investasi asing (PMA) terbesar Tiongkok, Singapura, Thailand, Malaysia dan Hongkong.
"Kami berharap investor yang menanamkan modalnya di Lebak sebanyak-banyaknya, terlebih ditopang Tol Serang - Panimbang juga Commuter Line (KRL) Rangkasbitung - Jakarta juga dekat ke Bandara Soekarno - Hatta. Kita meyakini investor itu dipastikan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," katanya.
Baca juga: Banten masuk lima besar tujuan investasi nasional 2026
Baca juga: Pemprov Banten sambut baik minat investasi pengusaha Vietnam
Pewarta: Mansyur suryana
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.