Jakarta (ANTARA) - Juara dunia sejati kelas bantam putri (53,5 kg) Cherneka Johnson ingin membuktikan dirinya sebagai ratu tinju sejati dalam pertahanan gelarnya melawan Dina Thorslund di Florida, Amerika Serikat, 8 Agustus mendatang.
"Saya akan mempertahankan sabuk juara saya, mengukuhkan tempat saya di puncak peringkat pound-for-pound, dan membuktikan mengapa saya adalah ratu sejati," kata Cherneka Johnson dalam laman resmi World Boxing Council (WBC) yang dipantau di Jakarta, Rabu.
Cherneka sedang berada di puncak karier profesionalnya. Setelah merebut gelar juara dunia kelas bantam World Boxing Association (WBA) pada Maret 2025 dengan mengalahkan Nina Hughes, Cherneka mencetak sejarah dengan menjadi petinju putri Australia pertama yang memegang keempat sabuk utama (WBC, WBA, IBF, dan WBO) di era modern.
Dengan rekor 19 kemenangan, delapan di antaranya melalui knockout (KO), dan dua kekalahan, Cherneka akan naik ring mempertaruhkan keempat sabuk juaranya melawan petinju Denmark yang belum terkalahkan, Dina Thorslund.
Cherneka meyakini bahwa segala sesuatu terjadi karena suatu alasan. Menurut dia, pertarungan itu datang pada saat yang tepat untuk menuntut kemampuan terbaik dari dirinya.
Di sisi lain, Dina yang datang dengan rekor 24 kemenangan, sembilan di antaranya melalui KO, memiliki motivasi tinggi untuk merebut kembali gelar juara sejati.
Dina, yang merupakan mantan juara dunia WBC dan WBO, harus melepaskan gelarnya pada 2025 karena kehamilannya. Setelah mengalami kehilangan pribadi yang tragis selama proses tersebut, petinju Denmark itu mengubah rasa sakit menjadi kekuatan untuk kembali ke ring.
Setelah berhasil melakukan comeback di divisi kelas bulu (57,1 kg) dengan merebut sabuk interim WBC usai mengalahkan Almudena Álvarez, Dina kembali ke divisi asalnya untuk merebut kembali sabuk-sabuk yang tidak pernah ia kalah di atas ring.
"Saya telah menunggu kesempatan ini sejak hari saya harus melepaskan gelar-gelar saya," kata Dina.
Ia menjelaskan bahwa semua yang telah dilaluinya memberinya motivasi yang luar biasa, yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
"Cherneka harus tampil di level tertingginya, karena saya adalah satu-satunya petinju yang belum terkalahkan di sini, dan saya akan tetap demikian setelah malam itu," katanya.
Duel antara Cherneka dan Dina menjadi panggung pertarungan tinju elite. Ketangguhan seorang juara sejati akan berhadapan dengan tekad mantan juara dunia yang belum terkalahkan untuk merebut kembali takhtanya.
Dengan sabuk WBC, WBA, WBO, dan IBF dipertaruhkan, ring di Caribe Royale akan menjadi tempat lahirnya sejarah baru yang menobatkan ratu absolut kelas bantam.
Baca juga: Juara dunia WBC Caroline Verye diuji petinju tak terkalahkan Ferreira
Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.