Moskow (ANTARA) - Komisaris Eropa Urusan Dalam Negeri dan Migrasi, Magnus Brunner, mengatakan jumlah penyeberangan ilegal di perbatasan luar Uni Eropa telah menurun sebesar 55 persen dalam dua tahun terakhir, dan hampir 40 persen sejak awal tahun 2026.

"Migrasi ilegal menurun sebesar 55 persen dalam dua tahun terakhir. Penurunan lainnya hampir 40 persen sepanjang tahun ini," kata Brunner dalam konferensi pers di Brussels, pada Selasa (4/8).

Menurut dia, lebih dari 49.000 kasus penyeberangan perbatasan ilegal telah tercatat di perbatasan eksternal Uni Eropa sejak awal tahun ini.

"Jumlah ini kira-kira sama dengan jumlah orang yang tiba di Kepulauan Yunani saja dalam satu pekan pada Oktober 2015," kata Brunner.

Pekan lalu, Kota Ceuta, enklave Spanyol yang terletak di Afrika Utara dan berbatasan dengan Maroko, menghadapi arus masuk imigran dalam jumlah besar.

Sekitar 60.000 orang menyeberang ke kota itu dalam satu hari, padahal populasi Ceuta sendiri hanya sekitar 85.000 jiwa.

Para pejabat di sejumlah negara anggota Uni Eropa, termasuk Denmark, Italia, Republik Ceko, dan Finlandia, telah menyerukan penangguhan sementara terhadap keanggotaan Spanyol di wilayah Schengen.

Sumber: Sputnik

Baca juga: Menlu Jerman desak EU lindungi perbatasan usai migran masuk ke Ceuta

Penerjemah: Fransiska Ninditya
Editor: Bayu Prasetyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.