Jakarta (ANTARA) - Ahli gizi Ava Safir menyampaikan bahwa perut bisa terasa lebih penuh menjelang malam hari karena saluran pencernaan terisi makanan, cairan, dan gas.
"Mengalami sedikit perut kembung di penghujung hari sebenarnya sangatlah wajar," katanya sebagaimana dikutip dalam siaran Eating Well pada Selasa (4/8).
Menurut ahli gizi terdaftar Lavanya Kethamukkala, perut kembung bisa diperparah oleh kebiasaan makan terlalu cepat, sembelit, intoleransi makanan, asupan natrium berlebih, konsumsi minuman berkarbonasi, perubahan hormon, serta ketidakseimbangan mikrobioma usus.
Kalau sering merasa terlalu kenyang atau kembung maka ada baiknya meninjau kembali kebiasaan makan dan beraktivitas setelah makan malam agar bisa memperbaiki masalah.
Ahli gizi merekomendasikan penerapan rutinitas berikut untuk membantu mengurangi risiko perut kembung menjelang malam hari.
1. Berjalan kaki seusai makan malam
Kethamukkala menyampaikan bahwa jalan kaki singkat setelah makan malam bisa membantu merangsang pencernaan serta mendorong makanan dan gas bergerak lebih efisien di dalam saluran pencernaan.
Safir mengutip penelitian yang menunjukkan bahwa pada individu dengan masalah perut kembung kronis, berjalan kaki 10 sampai 15 menit setelah makan selama empat minggu memberikan hasil yang sama efektifnya dengan penggunaan obat pemicu pergerakan usus.
Menurut penelitian, mereka yang berjalan kaki setelah makan mengalami penurunan gejala kembung, sendawa, dan penumpukan gas.
"Bahkan sekadar berjalan santai di sekitar lingkungan rumah pun dapat membantu pergerakan makanan dan gas di usus serta mengurangi perut kembung," kata Safir.
2. Mengunyah makanan lebih lambat
Kebiasaan makan terlalu cepat dapat memperparah perut kembung. "Makan dengan cepat berarti Anda menelan lebih banyak udara dan memberi waktu lebih sedikit bagi lambung untuk merasakan kenyang," ujar Safir.
Mengunyah makanan secara perlahan memungkinkan gigi memperkecil potongan makanan dan air liur membantu memecah karbohidrat dalam makanan.
"Ketika makanan tiba dalam kondisi sudah terurai sebagian sebagaimana mestinya, lambung dapat memprosesnya dengan lebih efisien, hal ini dapat mengurangi risiko refluks serta meminimalkan rasa begah dan kembung setelah makan," kata Safir.
Upaya membangun kebiasaan mengunyah makanan secara perlahan bisa dimulai dengan meletakkan sendok dan garpu setelah menyuapkan makanan ke mulut.
Baca juga: Hal-hal yang bisa menyebabkan perut kembung
3. Luangkan waktu untuk bersantai sebelum tidur
Safir mengemukakan bahwa stres dapat mempengaruhi kecepatan pergerakan makanan di saluran pencernaan, sensitivitas usus terhadap gas, dan respons otot perut. Semua faktor ini dapat membuat perut terasa kembung.
Dia merekomendasikan latihan pernapasan diafragma secara perlahan selama lima hingga sepuluh menit sebelum maupun sesudah makan untuk membantu mengendurkan otot dinding perut dan membuat tubuh lebih rileks.
Ahli gizi Lauren O’Connor mengatakan bahwa menjalankan rutinitas yang menenangkan dapat mendukung pencernaan yang lebih sehat.
"Aktivitas menenangkan seperti yoga ringan, membaca, atau pernapasan dalam dapat membantu tubuh anda rileks dan mendukung pencernaan yang lebih sehat," katanya.
4. Mengonsumsi produk herbal
O'Connor menyampaikan bahwa produk herbal seperti teh jahe atau kamomil punya efek menenangkan, dapat membantu meredakan perut kembung.
"Jahe dapat membantu mengurangi sakit perut dan kembung, sementara kamomil dapat mendukung pencernaan yang lebih nyaman dengan mengurangi gas yang terperangkap," ia menjelaskan.
Kethamukkala mengatakan bahwa daun mint atau peppermint dapat membantu meredakan kembung dengan merelaksasi otot-otot saluran pencernaan dan mengurangi ketidaknyamanan perut.
Namun, efek produk-produk herbal tersebut bisa berbeda pada masing-masing orang. Misalnya saja, minyak peppermint bisa memperburuk refluks asam pada sebagian orang.
Baca juga: Makanan dan minuman yang bisa memicu perut kembung
Baca juga: Penyebab perut kembung saat menstruasi dan kiat untuk mencegahnya
Penerjemah: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.