“Singkong sudah menjadi tanaman rakyat di Lampung,” ujar Gubernur Rahmat Mirzani.
Seiring kunjungan Menteri PPN untuk meresmikan National Cassava Center, dia mengharapkan keberadaan pusat riset ini mendukung pencapaian ketahanan pangan nasional sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
National Cassava Center Universitas Lampung sendiri dikembangkan sebagai salah satu Center of Excellence untuk memperkuat riset ubi kayu, mengembangkan rantai nilai dari hulu hingga hilir, serta mendorong kolaborasi antara dunia riset, industri, dan pemerintah.
Ke depan, pusat riset ini juga akan menyusun roadmap pengembangan ubi kayu nasional yang berorientasi pasar dan berbasis inovasi.
Baca juga: National Cassava Center Lampung bangun ekosistem komoditi terintegrasi
Rektor Universitas Lampung Lusmeilia Afriani menegaskan komitmen National Cassava Center untuk memastikan hasil riset dan inovasi dapat dirasakan langsung oleh petani melalui berbagai program pendampingan.
"Kami juga punya mobil petani keliling untuk membantu seluruh petani di Provinsi Lampung. Kami ingin memastikan bahwa petani menjadi penerima manfaat utama dari seluruh inovasi yang dikembangkan," ujar Rektor Lusmeilia Afriani.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, industri, dan petani, National Cassava Center diharapkan mampu memperkuat posisi Lampung sebagai pusat pengembangan singkong nasional sekaligus mendorong Indonesia menjadi salah satu pusat pengembangan singkong berdaya saing di tingkat internasional.
"Mari kita ciptakan National Cassava Center menjadi International Cassava Center di Universitas Lampung," ucap dia.
Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.