Banda Aceh (ANTARA) - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem meminta dukungan penuh kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman untuk memulihkan secara keseluruhan sektor pertanian di Aceh yang telah rusak pascabencana banjir dan longsor.
“Kami membutuhkan dukungan Bapak Menteri untuk pemulihan lahan pertanian di Aceh yang terdampak bencana hidrometeorologi,” kata Mualem dalam keterangannya yang diterima di Banda Aceh, Rabu.
Permintaan pemulihan sektor pertanian Aceh tersebut telah langsung oleh Mualem saat melakukan audiensi dan berdiskusi dengan Mentan Amran Sulaiman, di Jakarta.
Mualem mengatakan, masyarakat Aceh sangat berharap agar Mentan terus mendukung pemulihan lahan dan kebun yang rusak bahkan hilang, karena terdampak bencana. Termasuk perkebunan kopi Gayo di dataran tinggi Aceh.
Baca juga: PU uji coba irigasi Pante Lhong Aceh untuk aliri 6.562 hektare sawah
“Supaya masyarakat Aceh yang terdampak bencana bisa memanfaatkan lahan pertaniannya kembali, sehingga mereka bisa mengembangkan pertumbuhan perekonomiannya," ujarnya.
Di sisi lain, Mualem juga berpesan kepada jajaran Dinas Pertanian dan Perkebunan di seluruh kabupaten/kota se Aceh untuk memanfaatkan bantuan Kementan secara maksimal, agar perekonomian petani cepat pulih.
Untuk diketahui, berdasarkan pendataan Pemerintah Aceh, bencana hidrometeorologi memberikan dampak terhadap sekitar 57.485 hektare lahan sawah. Dari luasan tersebut, proses optimalisasi lahan saat ini telah berjalan pada 40.852 hektare.
Dampak juga terjadi pada sektor perkebunan dengan luasan mencapai 50.438 hektare. Adapun proses pemulihan perkebunan yang tengah berlangsung telah mencapai 10.418 hektare.
Baca juga: Pemerintah pacu pemulihan sawah terdampak bencana Aceh
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Amran berjanji kepada Gubernur Mualem bakal terus mengawal rehabilitasi sawah terdampak bencana melalui program cetak sawah kembali, optimasi lahan, perbaikan jaringan irigasi, serta penyerahan alat dan mesin pertanian (alsintan) dan benih padi gratis bagi petani.
Mentan berkomitmen merehabilitasi dan meremajakan tanaman kopi di wilayah dataran tinggi Aceh yang rusak akibat erosi dan longsor. Dukungannya mencakup penyediaan bibit unggul, pupuk, dan pendampingan teknis untuk mengembalikan produktivitas komoditas ekspor ini.
Amran juga memastikan, tim teknis Kementan diterjunkan langsung ke wilayah terdampak di Aceh guna memantau rekonstruksi lahan secara bertahap. Bahkan, beberapa waktu lalu ia sendiri ikut langsung memantau sejumlah lahan terdampak bencana.
Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.