Jakarta (ANTARA) - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menegaskan keberhasilan Program Sekolah Rakyat membutuhkan kolaborasi erat antarunit kerja di lingkungan Kementerian Sosial serta komitmen integritas yang tinggi.

Dalam rapat yang dihadiri seluruh jajaran pejabat Kementerian Sosial di Kantor Kemensos, Jakarta, Rabu, dia mengatakan bahwa sebagai penyelenggara program tersebut maka sudah tentu Sekolah Rakyat merupakan tanggung jawab bersama seluruh Unit Kerja (UKE) Kemensos guna memastikan pelayanan berjalan optimal.

"Ketika kita membahas Sekolah Rakyat, pada dasarnya ini bisnis semua UKE karena di sana ada anak-anak yang perlu direhabilitasi serta butuh pemberdayaan," kata dia.

Dia menjelaskan bahwa kesadaran lintas unit penting dibentuk agar pelaksanaan program pengentasan kemiskinan berbasis pendidikan sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto ini tidak berjalan secara terpisah-pisah.

Program Sekolah Rakyat berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) tidak hanya menyasar anak melalui pendidikan berasrama gratis, tetapi juga memberikan intervensi terintegrasi kepada orang tua.

Baca juga: Satu tahun Sekolah Rakyat, ratusan siswa torehkan prestasi

Bentuk dukungan bagi keluarga siswa meliputi pemberian jaminan sosial, Kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI), rehabilitasi, hingga program pemberdayaan ekonomi agar keluarga dapat mencapai kemandirian atau graduasi.

Saifullah menekankan pentingnya perencanaan matang dalam proses rekrutmen siswa, menyusul adanya penambahan target pembangunan gedung fasilitas dari pemerintah pusat.

Kemensos menargetkan penambahan 100 hingga 150 gedung baru, sehingga pada tahun mendatang terdapat sekitar 250 gedung permanen Sekolah Rakyat yang mampu menampung sedikitnya 140 ribu siswa.

Selain rekrutmen, Mensos memberikan arahan tegas terkait pengadaan barang agar dilakukan secara presisi, transparan, dan sesuai dengan harga riil di lapangan tanpa ada penyimpangan.

Rapat internal tersebut turut membahas arah strategis tahun 2027 mencakup digitalisasi bantuan sosial, pemutakhiran data DTSEN, serta percepatan graduasi Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Turut Hadir Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos Mira Riyati Kurniasih, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Agus Zainal Arifin, Plt. Inspektur Jenderal Kemensos Dody Sukmono.

Baca juga: Gus Ipul tinjau Taruna Bhakti Nusantara di Sekolah Rakyat Gresik

Baca juga: Gus Ipul buka MPLS Sekolah Rakyat gelombang kedua serentak di 65 titik

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.