Arab Saudi sedang menjalankan agenda Vision 2030, sementara Indonesia terus mempercepat industrialisasi, hilirisasi, pembangunan infrastruktur dan transformasi ekonomi

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi memperkuat kerja sama promosi dan fasilitasi investasi melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang Kerja Sama dan Promosi Penanaman Modal Langsung (Cooperation and Promotion of Direct Investment).

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menyampaikan MoU tersebut merupakan langkah strategis untuk membawa hubungan Indonesia dan Arab Saudi ke tingkat yang lebih tinggi melalui kerja sama investasi.

Menurut Rosan dalam pernyataan resmi diterima dan dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, Indonesia dan Arab Saudi memiliki hubungan erat yang dibangun atas dasar saling percaya, saling menghormati, serta hubungan antarmasyarakat yang telah terjalin selama puluhan tahun.

Hubungan tersebut kini diperluas melalui peningkatan kerja sama investasi yang diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi kedua negara.

Adapun dalam periode 2021 hingga semester I 2026, realisasi investasi langsung (Foreign Direct Investment/FDI) Arab Saudi di Indonesia tercatat mencapai total 126,2 juta dolar AS.

Rosan mengatakan perubahan lanskap ekonomi global mendorong negara-negara untuk membangun kemitraan yang lebih kuat, mengingat investor saat ini tidak hanya mempertimbangkan biaya yang kompetitif, tetapi juga mencari stabilitas, kepastian, serta peluang investasi jangka panjang.

Baca juga: BKPM dorong perusahaan tambang lakukan hilirisasi mineral kritis LTJ

Baca juga: BKPM catat investasi 'coal to methanol' senilai 2,3 miliar dolar AS

"Arab Saudi sedang menjalankan agenda Vision 2030, sementara Indonesia terus mempercepat industrialisasi, hilirisasi, pembangunan infrastruktur dan transformasi ekonomi. Kesamaan arah pembangunan tersebut membuka peluang kolaborasi yang sangat besar bagi kedua negara," katanya.

Melalui MoU yang ditandatangani pada 4 Agustus 2026 tersebut dengan Menteri Investasi Kerajaan Arab Saudi Fahad bin Abduljalil Al-Saif, kedua negara sepakat memperkuat kerja sama investasi langsung melalui pertukaran informasi statistik, peluang bisnis dan investasi, serta regulasi dan iklim investasi.

Selain itu, kerja sama juga mencakup konsultasi dengan sektor swasta, penyelenggaraan kegiatan promosi bersama, serta pertukaran pengetahuan, keahlian dan kunjungan antar ahli.

Kerja sama tersebut juga menjadi platform untuk memperkuat koordinasi kelembagaan antara otoritas investasi Indonesia dan Arab Saudi.

Rosan menekankan keberhasilan MoU tidak diukur dari proses penandatanganannya, melainkan dari implementasi nyata yang mampu menghasilkan investasi baru, memperluas kemitraan bisnis, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Indonesia untuk terus menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui berbagai reformasi kebijakan.

"Indonesia terbuka untuk investasi. Indonesia berkomitmen melakukan reformasi. Kami menyambut investasi yang mampu menciptakan nilai tambah, mendorong alih pengetahuan, mengembangkan industri, serta menghadirkan kemakmuran bersama," kata Rosan.

Baca juga: BKPM: Tren investasi Jepang ke Indonesia menguat pada semester I-2026

Baca juga: BKPM yakin KEK Samota di NTB jadi magnet investasi baru

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.