Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkapkan penandatanganan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) ditargetkan pada kuartal IV tahun ini.
"Jadi, mudah-mudahan dalam waktu dekat kita berharap menargetkan di kuartal IV 2026 perjanjian tersebut dapat ditandatangani," ujar
Direktur Perundingan Bilateral Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag Basaria Tiara Desika L Gaol atau akrab disapa Tiara di Jakarta, Rabu.
Tiara menjelaskan bahwa yang terjadi pada IEU-CEPA itu memang tahun lalu sudah ada penandatanganan untuk kesepakatan antara kedua belah pihak, baik Indonesia maupun Uni Eropa (EU). Indonesia waktu itu diwakili oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto, untuk secara substansi menyepakati isi IEU-CEPA. Jadi, substantially concluded di September 2025.
Kemudian, dari situ melaksanakan legal scrubbing process yang sudah selesai. Dengan demikian, diharapkan penandatanganan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) ditargetkan dapat dilakukan pada kuartal IV tahun ini.
"Yang menandatangani adalah menteri dari kedua belah pihak disaksikan oleh pemimpin tertinggi dari kedua belah pihak baik EU maupun dari Indonesia. Setelah itu, kemudian kita masuk dalam proses ratifikasi," kata Tiara.
Mudah-mudahan, lanjutnya, proses ratifikasinya bisa selesai dengan cepat sehingga pada kuartal I tahun 2027 seluruh proses itu bisa diselesaikan dan dalam periode tersebut siap untuk diimplementasikan (entry into force) sehingga bisa langsung membantu dunia usaha.
Sebelumnya, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso memastikan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) dapat mulai berlaku pada 1 Januari 2027.
Pemerintah optimistis proses ratifikasi bisa diselesaikan tepat waktu, sehingga perjanjian tersebut bisa segera diimplementasikan.
Susiwijono memandang implementasi IEU-CEPA bakal membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing di pasar global.
Di sisi lain, negara-negara kompetitor juga disebut telah bersiap menghadapi dampak dari IEU-CEPA, sehingga Indonesia perlu memanfaatkan momentum ini secara optimal.
Susiwijono berharap implementasi IEU-CEPA nantinya dapat meningkatkan optimisme pelaku industri, khususnya sektor manufaktur, agar berperan lebih besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Adapun perundingan IEU-CEPA telah berlangsung hampir satu dekade. Negosiasi resmi dimulai pada September 2016 di Brussels, Belgia, dan telah melalui 19 putaran perundingan hingga mencapai kesepakatan substansial di Bali pada September 2025.
Baca juga: Indonesia terus dorong percepatan penandatanganan IEU-CEPA
Baca juga: Airlangga sebut IEU-CEPA masuk tahap krusial, tunggu restu Dewan UE
Baca juga: Ekonom dorong percepatan IEU-CEPA untuk perkuat ekspor Indonesia
Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.