Jakarta (ANTARA) - Video musik (MV) lagu terbaru Ungu yang berjudul "Utara-Selatan" menyuguhkan visual berbagai sudut ruang publik estetik di kota Jakarta, seperti taman, stasiun LRT, hingga jembatan penyeberangan orang (JPO).

Sutradara sekaligus vokalis Ungu, Sigit Purnomo Syamsuddin Said (Pasha), mengungkapkan dirinya salut dengan lanskap Jakarta karena menawarkan banyak ruang urban ikonik yang sangat representatif dengan anak muda masa kini.

"Kita coba ngambil yang fresh gitu buat wakilkan ceritanya, dan alhamdulillah juga bisa mewakili teman-teman Gen Z yang hari ini mungkin saya kira karakternya lebih-lebih lepas ya," ungkap Pasha dalam konferensi pers peluncuran "Utara-Selatan" di mal kawasan Senayan, Jakarta, Rabu.

Baca juga: Ungu rilis MV lagu baru tanpa CGI, hindari pengaruh tren sesaat

Selain menyuguhkan lanskap Jakarta yang megah dan gedung-gedung tinggi, pemanfaatan fasilitas publik terbuka seperti jembatan penyeberangan orang (JPO) Sudirman yang ikonik di ibu kota juga memberikan keuntungan dari sisi efisiensi pengelolaan anggaran produksi.

Sambil berseloroh, Pasha mengapresiasi ketersediaan infrastruktur kota yang ramah terhadap industri kreatif minimalis karena tidak membebani biaya sewa tempat.

Hal ini pun seirama dengan grup musik Ungu yang berusaha memaksimalkan seluruh potensi sumber daya milik pribadi mereka saat menggarap video klip "Utara-Selatan", seperti penggunaan mobil sedan pribadi, properti struktur rangka penopang (rigging) pribadi dan lain-lain.

Baca juga: Pasha angkat tema konser saat garap video musik lagu "Utara-Selatan"

"Iya, karena tidak banyak sewa, jembatannya juga enggak disewa, nge-press budget banget ya," jelas Pasha.

Melalui pendekatan produksi di ruang terbuka yang lebih fleksibel, para personel Ungu merasa terbantu oleh ketersediaan fasilitas publik di Jakarta ini saat ingin mengeksplorasi keindahan visual kota yang megah.

Terlebih "Utara-Selatan" diluncurkan sebagai pembuka babak baru perjalanan karier Ungu di industri musik tanah air yang telah berumur 30 tahun, menjelang konser akbar bertajuk "Waktu Yang Dinanti: Final Chapter" pada 30 Oktober 2026 di Senayan, Jakarta.

Baca juga: UNGU bawa lagu baru "Utara-Selatan" sambut 30 tahun berkarya

Dalam perayaan tersebut mereka siap merangkum seluruh perjalanan diskografi dari awal berkarier untuk disuguhkan kembali kepada penggemar setia, Cliquers, di atas panggung.

"Kami merencanakan seluruh album, dari album pertama sampai kurang lebih 15 album yang kami punya, kami akan masukkan dalam repertoar lagu," kata Pasha.

Baca juga: Ungu hadirkan versi baru "Laguku" bersama Prinsa Mandagie

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.